
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menderita rugi bersih sebesar Rp43,09 miliar atau melonjak 39,2 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp30,96 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan SINI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten kongsian pengusaha Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro ini mencatatkan pendapatan Rp534,02 miliar atau bertumbuh 22,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp435,14 miliar.
Sayangnya, peningkatan kinerja di area top line tersebut tidak cukup menahan lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 26,4 persen (year-on-year) menjadi Rp435,91 miliar. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 hanya mengalami kenaikan 8,8 persen menjadi Rp98,11 miliar dari Rp90,17 miliar pada 2024.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Autum Prima Indonesia ini mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan Rp41,36 miliar alias melambung 120,3 persen dibandingkan rugi sebelum pajak penghasilan di 2024 sebesar Rp18,77 miliar.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2025 senilai Rp149,26 juta, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan SINI menjadi Rp41,21 miliar atau meningkat 74,4 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp43,09 miliar atau melonjak 39,2 persen (y-o-y).
Akibat adanya rugi bersih sebesar Rp43,09 miliar, maka per 31 Desember 2025 jumlah defisit perusahaan kayu dan tambang batubara ini menjadi Rp78,27 miliar atau membengkak 123,4 persen dibandingkan dengan akumulasi kerugian per 31 Desember 2024 sebesar Rp35,04 miliar.
Dengan demikian, per 31 Desember 2025 jumlah defisiensi modal yang dicatatkan SINI menjadi Rp687,42 miliar alias meningkat 6,4 persen dibandingkan jumlah ekuitas negatif per 31 Desember 2024 sebesar Rp646,06 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp2,26 triliun atau membengkak 55,3 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp1,82 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang terafiliasi dengan CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada ini mencapai Rp1,57 triliun atau meningkat 94,5 persen (y-o-y) dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp33,57 miliar atau melonjak 346 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp7,53 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
