ANZ Proyeksikan Harga Minyak di Akhir 2026 Berada di Level USD88 Per Barel

anz
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) memproyeksikan, harga minyak Brent di sepanjang 2026 lebih dominan berada di atas USD90 per barel, sebelum akhirnya berada pada level USD88 per barel pada akhir tahun ini.

Bank berbasis Melbourne, Australia ini menilai bahwa harga minyak akan tetap bertahan relatif tinggi hingga 2027, dengan kisaran harga USD80 hingga USD85 per barel, sebagaimana dilaporkan Reuters dan Bloomberg dari Bengaluru pada Selasa (14/4).

Mengutip analisa ANZ, sejauh ini sebanyaki 10 juta barel per hari pasokan minyak telah hilang dari ketersediaan global. Dengan demikian, kondisi ini telah mengubah proyeksi awal tahun yang semula menunjukkan adanya surplus moderat menjadi defisit secara signifikan hingga akhir 2026.

Analis ANZ menjelaskan, kendati sebagian pasokan berpotensi kembali jika situasi keamanan membaik, namun terdapat 1 juta sampai 2 juta barel per hari produksi yang kemungkinan mengalami gangguan permanen akibat kerusakan reservoir, tertundanya perawatan dan tekanan finansial.

Pada sisi lain, blokade yang dilakukan militer Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran memicu reaksi keras dari Teheran dan meningkatkan ketidakpastian di Selat Hormuz. Hal ini memperbesar risiko terhadap stabilitas pasokan global, meski harapan terhadap jalur dialog untuk mengakhiri konflik masih memberikan sedikit sentimen positif di pasar minyak.

Hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent sebagai acuan internasional tercatat menurun 0,79 persen menjadi USD98,56 per barel pada pukul 13.31 WIB. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sebagai patokan AS melemah 1,67 persen menjadi USD97,43 per barel. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top