
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan laba bersih Rp9,27 miliar alias berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang mencatatkan rugi bersih Rp33,16 miliar. Capaian ini sekaligus mencerminkan adanya perbaikan kinerja di level bottom line hingga sebesar 127,9 persen (year-on-year).
Berdasarkan laporan keuangan BEST untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Argo Manunggal Land Development ini meraih pendapatan Rp89,52 miliar atau melambung 96,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai Rp45,46 miliar.
Di tengah lonjakan kinerja di area top line tersebut, BeFa Industrial Estate justru hanya mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 54,6 persen (year-o-year) menjadi Rp31,1 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp58,41 miliar atau melesat 130,5 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya di miliki investor individu ungkoro Darmosusilo, Lo Kheng Hong dan Rahman Kamaruddin ini berhasil membalikkan posisi laba sebelum beban pajak menjadi positif Rp9,37 miliar dari sebelumnya mengalami rugi sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 sebesar Rp33,09 miliar atau membaik 128,3 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak di 1Q26 sebesar Rp107,66 juta, maka BEST bisa mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp9,26 miliar atau berbalik dari rugi periode berjalan sebesar Rp33,17 miliar. Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 Rp9,27 miliar alias mengalami perbaikan signifikan dibandingkan Kuartal I-2025 yang mengalami rugi bersih Rp33,16 miliar.
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas BEST per 31 Maret 2026 tercatat Rp4,47 triliun atau bertumbuh 0,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang senilai Rp4,46 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp1,34 triliun atau bisa ditekan 0,6 persen (year-to-date).
Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) ini mencapai Rp5,81 triliun alias meningkat 0,2 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp371,05 miliar atau meningkat 6 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp349,88 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, peningkatan kas tersebut terutama ditopang keberhasilan BEST dalam mencatatkan arus kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi mencapai Rp71,85 miliar, padahal diperiode yang sama sebelumnya perseroan masih merogoh kocek hingga Rp29,03 miliar untuk mendukung aktivitas operasi.
Pada sisi lain, selama tiga bulan pertama tahun ini BEST mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp5,17 miliar, yang sebagian besarnya atau senilai Rp3,89 miliar digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian tanah.
Sepanjang Kuartal I-2026, perusahaan yang sahamnya dipegang investor individu Tan Alin Herawati ini mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp45,95 miliar atau lebih tinggi 20 persen (y-o-y), yang dananya dipakai untuk pembayaran utang kepada bank. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
