Beban Bengkak Saat Penjualan Tiket Menurun, Rugi Bersih PJAA di 1Q25 Melonjak 247,4%

pjaa
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menderita rugi bersih Rp38,81 miliar atau melonjak 247,4 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2025 yang mengalami rugi bersih Rp11,17 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan PJAA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Pemda DKI Jakarta ini mencatatkan pendapatan usaha Rp207,58 miliar atau menurun 1,5 persen dibandingkan tiga bulan pertama di 2025 sebesar Rp210,8 miliar.

Penurunan omzet tersebut terutama dipengaruhi pendapatan dari penjualan tiket di Kuartal I-2026 yang merosot 7,87 persen menjadi Rp126,13 miliar dari 136,91 miliar pada Kuartal I-2025. Pelemahan kinerja ini terjadi pada akun penjualan tiket wahana wisata maupun akun penjualan tiket pintu gerbang.

Saat kinerja di pada area top line itu melemah, beban pokok pendapatan dan beban langsung justru membengkak 10,7 persen (year-on-year) menjadi Rp151,22 miliar. Maka, laba bruto selama tiga bulan pertama 2026 menjadi Rp56,35 miliar alias melorot 24 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp74,18 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, jumlah beban usaha PJAA tercatat Rp70,74 miliar atau melonjak 24,6 persen (y-o-y), sehingga perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp14,39 miliar alias berbanding terbalik dengan kondisi Januari-Maret 2025 yang masih mampu meraih laba usaha Rp17,41 miliar.

Selama tiga bulan pertama di 2026, emiten yang sahamnya juga dimiliki investor individu Trisna Muliadi ini menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp36,77 miliar atau meroket 437,4 persen dibandingkan rugi sebelum pajak di periode yang sama 2025 senilai Rp6,84 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di Kuartal I-2026 sebesar Rp1,66 miliar, maka rugi tahun berjalan PJAA di 1Q26 menjadi Rp38,43 miliar atau melambung 239,6 persen. Adapun besaran rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada Kuartal I-2026 sebesar Rp38,81 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas PJAA per 31 Maret 2026 tercatat Rp1,82 triliun atau menurun 2,1 persen dibandingkan per 31 Maret 2025 yang senilai Rp1,86 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp1,7 triliun atau bisa ditekan 3,9 persen dibandingkan Rp1,77 triliun pada akhir Maret 2025.

Per 31 Maret 2026, total aset Jaya Ancol mencapai Rp3,53 triliun atau lebih rendah 2,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp398,55 miliar alias melompat 43,1 persen dibandingkan posisi per 31 Maret 2025 senilai Rp278,52 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top