BEI Cecar Bukalapak (BUKA) Soal Dana IPO Diendapkan di Bank dan Obligasi

emtk2
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan sejumlah pertanyaan terkait sisa dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp4,28 triliun yang ditempatkan di instrumen keuangan seperti deposito perbankan hingga obligasi.

Permintaan klarifikasi itu disampaikan melalui korespondensi resmi BEI yang kemudian ditanggapi BUKA dalam surat tertanggal 10 Februari 2026. Emiten milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) alias Emtek Group ini menyebutkan bahwa per 31 Desember 2025 perseroan masih menyimpan dana hasil IPO sebesar Rp4,28 triliun.

Sekadar mengingatkan, BUKA melakukan pencatatan perdana saham di BEI pada 6 Agustus 2021 setelah berhasil meraup uang masyarakat di pasar primer sebesar Rp21,9 triliun melalui mekanisme IPO.

Lebih lanjut manajemen Bukalapak menyampaikan, penempatan sisa dana hasil IPO tersebar di deposito berjangka di sejumlah bank, rekening giro pada beberapa bank nasional maupun internasional, serta obligasi pemerintah berdenominasi rupiah maupun dolar Amerika Serikat.

Rincian penempatan dana menunjukkan bahwa porsi terbesar diendapkan pada deposito di sejumlah bank pihak ketiga, termasuk BBRI, BBTN dan Standard Chartered Bank. Selain deposito, dana juga disimpan dalam bentuk giro di BNGA, DBS Indonesia, HSBC Indonesia dan BMRI. Sebagian lagi diinvestasikan di obligasi berdenominasi rupiah maupun dolar AS.

Permintaan klarifikasi dari BEI tersebut muncul karena otoritas meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan dana IPO, serta perkembangan realisasinya, termasuk alasan dana yang masih tersisa dan strategi pengelolaannya. Dalam tanggapannya, BUKA mengakui bahwa dana belum sepenuhnya direalisasikan untuk kegiatan operasional atau ekspansi sesuai rencana awal penggunaan dana IPO.

Manajemen menyatakan, penempatan dana pada deposito, giro dan obligasi dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kas dan menjaga likuiditas sambil menunggu realisasi kebutuhan penggunaan dana. Namun, faktanya dana dalam jumlah besar berada pada instrumen keuangan jangka pendek dan surat utang, sekaligus menegaskan bahwa realisasi penggunaan dana IPO belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana.

Dalam korespondensi tersebut juga terungkap bahwa BEI meminta penjelasan secara terperinci mengenai perkembangan penggunaan dana IPO melalui sistem pelaporan elektronik, serta dokumen lampiran yang memuat rincian saldo penempatan. Bursa menilai transparansi atas posisi dana hasil IPO penting untuk memberikan kepastian kepada investor mengenai efektivitas pemanfaatan dana yang dihimpun dari publik.

Bukalapak mengaku, pihaknya tetap mematuhi ketentuan pelaporan dan keterbukaan informasi yang berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Manajemen menegaskan, seluruh penempatan dana itu dilakukan pada instrumen yang dianggap aman dan likuid, meski tidak ada penjelasan terperinci mengenai target waktu penyerapan dana secara keseluruhan. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top