Dividen BNGA Rp161,77/Saham, Investor Publik Kebagian Rp346,44 Miliar

bnga
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan membagikan dividen tunai final sebesar Rp4,07 Triliun atau setara Rp161,77 per saham, sehingga investor publik mendapatkan alokasi dana senilai Rp346,44 miliar.

Rencana pembagian keuntungan itu setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Jakarta (17/4) menyetujui besaran dividen mencapai Rp4,07 triliun atau sebesar 60 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025 yang senilai Rp6,78 triliun.

Dengan penetapan dividen Rp161,77 per saham tersebut, maka CIMB Group Sdn Bhd sebagai pengendali BNGA akan meraup Rp3,72 triliun, sedangkan investor publik kebagian Rp346,44 miliar. Sementara itu, sisanya akan ditransfer ke rekening sejumlah direksi dan komisaris sesuai dengan kepemilikannya di CIMB Niaga.

Patut dicatat, cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 27 April 2026 (cum date), sedangkan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 April 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026.

Adapun recording date pemegang saham yang berhak pada 29 April 2026. Rencananya, pembayaran dividen ke masing-masing rekening pemegang saham akan dilakukan pada 13 Mei 2026, Direksi BNGA diberi kuasa untuk menetapkan tata cara pembagian dividen tunai tersebut.

Pada penutupan perdagangan di Bursa efek Indonesia (BEI), Jumat (17/4), saham BNGA berada di level 1.855 atau menguat 1,64 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Jika mengacu pada level tersebut, maka indikasi dividend yield yang akan diterima pemegang saham sebesar 8,72 persen.

RUPS juga menyetujui pada tahun ini perseroan tidak menyisihkan dana, sedangkan sisa laba bersih Tahun Buku 2025 akan ditempatkan sebagai laba ditahan sebesar Rp2,71 triliun untuk membiayai kegiatan usaha BNGA.

Para pemegang saham menyetujui pula rencana pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya 220.000 lembar, dengan kesiapan dana maksimal Rp480 juta, serta menyetujui pengalihan saham hasil buyback melalui pemberian remunerasi. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top