DEWA Janji Percepat Proses IUP Operasi Produksi Proyek Gayo Mineral

dewa
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melalui anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR) memutuskan untuk mempercepat proses peningkatan perizinan proyek Gayo Mineral menuju Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi.

Berdasarkan keterangan resmi GMR yang dikutip Minggu (12/7), upaya percepatan produksi tersebut dilakukan dengan menyiapkan dokumen Studi Kelayakan (FS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta mempercepat proses perpanjangan IUP Eksplorasi sebagai bagian dari persyaratan perubahan status izin menjadi IUP Operasi Produksi.

Manajemen GMR menyampaikan, langkah tersebut menjadi fokus utama perseroan selama periode 1 Januari–30 Juni 2026 di tengah berlanjutnya pengembangan proyek mineral yang mencakup Prospek Upper Tengkereng (UT), Southeast Tengkereng (SET) dan Sangir Barat di Aceh.

Pada Semester I2026, GMR mengalokasikan biaya eksplorasi Rp40,28 miliar, seiring dengan upaya melanjutkan program pengeboran sumber daya fase 2B dengan target 10.000 meter, pengiriman conto batuan inti bor untuk analisis geokimia dan Fire Assay, kajian geologi dan geokimia, uji metalurgi, pembaruan model geologi dan sumber daya, penjajakan vendor pelaporan standar JORC, serta pemetaan geologi di sejumlah prospek eksplorasi.

Namun di sepanjang Kuartal II-2026, GMR tidak melakukan aktivitas pengeboran, lantaran kegiatan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan administrasi dan teknis terkait proses perizinan IUP. Akibatnya, capaian pengeboran pada kuartal pertama tahun ini tercatat nol meter, sehingga total akumulasi pengeboran proyek tetap sebesar 31.485,75 meter.

Manajemen GMR menyebutkan, aktivitas laboratorium tetap berlangsung di Kuartal II-2026. Sebanyak 2.888 sampel batuan inti bor memperoleh hasil analisis geokimia ICP multi elemen dan Fire Assay emas dari Laboratorium PT Sucofindo, sehingga total akumulasi sampel yang telah selesai dianalisis mencapai 20.574 conto. Pengujian ini juga mencakup pelaksanaan protokol quality assurance dan quality control (QAQC).

Lebih lanjut manajemen menyampaikan, pihaknya juga sudah menyelesaikan rangkaian uji metalurgi yang meliputi flotasi, pemisahan gravitasi, pelindian dan penggerusan untuk domain sampel QDP, QFD, serta Sediment Breccia. Selain itu, sebanyak 104 conto batuan tambahan dari Prospek Sangir Barat telah dikirim ke laboratorium Sucofindo untuk analisis geokimia dan Fire Assay emas.

Pada periode berikutnya, GMR menargetkan pelaksanaan program pengeboran metalurgi sepanjang 5.000 meter dan pengeboran geoteknik sepanjang 5.000 meter di Prospek Upper Tengkereng. Langkah ini untuk mendukung studi metalurgi, evaluasi geoteknik dan pengembangan data teknis proyek.

Selain itu, anak usaha DEWA ini juga berencana melakukan scout drilling sepanjang 1.000 meter di Prospek Southeast Tengkereng untuk menguji potensi mineralisasi dan melanjutkan pemetaan geologi rinci di Prospek Sangir Barat.

Manajemen GMR mengaku, kegiatan eksplorasi masih menghadapi hambatan terkait banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Pada 13 Mei 2026, menurut manajemen, perseroan memperoleh Surat Keputusan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB) kedua. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top