Dibayangi Lonjakan Biaya Keuangan, Laba Bersih SMRA di 1Q26 Melorot 20,3%

smra2
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan laba bersih senilai Rp189,76 miliar atau melorot 20,3 persen dibandingkan dengan capaian Kuartal I-2025 sebesar Rp238,23 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SMRA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Semarop Agung ini membukukan pendapatan bersih Rp2,23 triliun atau bertumbuh 6,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp2,1 triliun.

Sejalan peningkatan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat meningkat 6,4 persen (year-on-year) menjadi Rp1,11 triliun. Dengan demikian, laba kotor SMRA di Kuartal I-2026 menjadi Rp1,13 triliun atau meningkat 5,9 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp1,07 triliun.

Pada sisi lain, kinerja emiten properti milik Goodridge International Ltd dan UOB Kay Hian Pte Ltd ini mendapatkan tambahan tekanan dari lonjakan biaya keuangan sebesar 16,2 persen (y-o-y) menjadi Rp312,31 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan yang dibukukan perseroan tercatat Rp320,52 miliar atau meningkat terbatas 1,2 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp2,8 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan SMRA menjadi Rp317,72 miliar alias naik tipis 0,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang bisa diatribusikan kepemilik entitas induk di Kuartal I hanya Rp189,76 miliar atau melorot 20,3 persen dibandingkan laba bersih di Kuartal I-2025 sebesar Rp238,23 miliar.

Sementara itu, Summarecon tercatat mengatribusikan laba periode berjalan kepada kepentingan non-pengendali di Kuartal I-2026 sebesar Rp127,96 miliar atau lebih tinggi 64,4 persen dibandingkan dengan laba yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali di Kuartal I-2025 senilai Rp77,82 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas SMRA per 31 Maret 2026 tercatat Rp16,26 triliun atau bertumbuh 1,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp16 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp23,49 triliun atau membengkak 5,2 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp15,08 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Sunarni Rahardja dan Siska Raharja ini tercatat Rp39,75 triliun atau mengalami kenaikan 3,7 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp3,95 triliun atau meningkat 16,8 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp3,38 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top