Dipicu Kerugian Investasi 1Q26, EMTK Berbalik Derita Rugi Bersih Rp335,85 Miliar

emtk
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menderita rugi bersih mencapai Rp335,85 miliar, berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang bisa meraih laba bersih Rp3,63 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan EMTK untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten milik pengusaha Eddy K Sariaatmadja dan Anthoni Salim ini mencatatkan penjualan bersih Rp5,81 triliun atau melonjak 47,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp3,94 triliun.

Di tengah lonjakan omzet tersebut, beban pokok pendapatan EMTK tercatat membengkak 54 persen (year-on-year) menjadi Rp4,33 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp1,49 triliun atau masih lebih tinggi 31,7 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp1,13 triliun.

Pada Kuartal I 2026, EMTK membukukan laba usaha Rp608,94 miliar atau melesat 67,8 persen. Sayangnya di periode ini perseroan mengalami rugi atas investasi (neto) mencapai Rp1,14 triliun atau berbanding terbalik dengan Kuartal I-2025 yang bisa meraih laba investasi Rp511,22 miliar.

Akibatnya, emiten yang berada di dalam jaringan bisnis Emtek Group ini mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2026 sebesar Rp371,12 miliar. Padahal Kuartal I-2026, EMTK mampu menghimpun laba sebelum pajak mencapai Rp3,91 triliun.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp6,59 miliar, maka rugi periode berjalan EMTK menjadi Rp364,53 miliar, berbanding terbalik dengan 1Q25 yang meraih laba periode berjalan sebesar Rp3,73 triliun. Adapun besaran rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp335,85 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas EMTK per 31 Maret 2026 tercatat Rp52,59 triliun atau merosot 1,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp53,39 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp7,35 triliun atau bisa ditekan 0,3 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp5,95 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Fofo Sariaatmadja dan Inawati Ningsih Juwono ini mencapai Rp59,94 triliun atau menurun 1,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp19,69 triliun atau melorot 12,2 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp22,42 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top