
RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menderita rugi bersih Rp29,95 miliar. Pada saat yang sama, kas dan bank perseroan tercatat anjlok 65,76 persen dan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya ambles 82,49 persen.
Berdasarkan laporan keuangan EMMI untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten kesehatan milik keluarga Widjaja ini mencatatkan rugi bersih Rp29,95 miliar atau membaik 36,44 persen dibanding rugi Rp47,12 miliar pada periode yang sama di 2025. Capaian ini mencerminkan bahwa perseroan belum mampu membalikkan kondisi menjadi laba.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, penjualan bersih EMMI melonjak 324,45 persen menjadi Rp65,35 miliar dari Rp15,40 miliar pada Semester I-2025. Sayangnya, beban pokok penjualan di 1H26 justru membengkak 386,69 persen menjadi Rp39,2 miliar dari Rp8,05 miliar pada 1H25.
Dengan demikian, laba bruto di Semester I-2026 menjadi Rp26,15 miliar atau masih jauh lebih tinggi 256,18 persen dibandingkan dengan perolehan di Semeseter I-2025 yang senilai Rp7,34 miliar. Pada sisi lain, beban usaha 1H26 meningkat 17,98 persen (year-on-year) menjadi Rp45,28 miliar, terutama dipicu kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 13,45 persen (y-o-y) menjadi Rp39,5 miliar.
Akibatnya, EMMI masih mengalami rugi usaha di 1H26 sebesar Rp19,14, meski menyempit 38,35 persen dibandingkan dengan kondisi 1H25 sebesar Rp31,04 miliar. Pada periode Januari-Juni 2026, EMMI mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp29,95 miliar atau menurun 36,44 persen dibanding rugi bersih Semester I-2025 sebesar Rp47,12 miliar.
Meski kerugian menyempit, namun arus kas operasi EMMI di Semester I-2026 masih tercatat negatif, tercermin dari arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp52,15 miliar. Kondisi ini menjadi pemicu utama yang menyebabkan jumlah kas dan bank per 30 Juni 2026 tersisa Rp10,93 miliar alias anjlok 65,76 persen (year-to-date).
Pada sisi balance sheet, total aset EMMI per 30 Juni 2026 tercatat Rp48 atau merosot 14,4 persen menjadi Rp483,18 miliar dari Rp564,44 miliar pada 31 Desember 2025. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas bisa ditekan 11,59 persen (y-t-d) menjadi Rp370,83 miliar, namun masih didominasi keajiban jangka pendek sebesar Rp267,73 miliar.
Per 30 Juni 2026, total ekuitas perseroan hanya senilai Rp112,36 miliar alias melorot 22,52 persen menjadi Rp112,36 miliar dari posisi per 31 Desember 2026 yang sebesar Rp145,01 miliar. Sejalan dengan adanya rugi bersih di Semester I-2026 sebesar Rp29,95 miliar, maka EMMI mencatatkan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tersisa Rp6,38 miliar atau ambles 82,49 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp36,43 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
