
RollingStock.ID – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan kesiapan dana maksimal Rp100 miliar, yang pelaksanaannya akan bergulir selama periode 2 Juni-2 September 2026 melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan keterbukaan informasi ERAA yang dikutip Senin (1/6), emiten di bawah kendali PT Eralink International akan melakukan buyback sebanyak-banyaknya 797,5 juta saham atau setara 5 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor perseroan.
Manajemen ERAA meyakini, pelaksanaan buyback tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan, karena perseroan memiliki dana yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha. Seluruh dana yang digunakan untuk buyback akan berasal dari kas internal ERAA.
Mengacu pada simulasi proforma laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, apabila seluruh anggaran buyback sebesar Rp100 miliar digunakan, maka total ekuitas akan menurun menjadi Rp10,08 triliun. Namun laba per saham (EPS) disebut akan tetap senilai Rp75,68 per saham.
Manajemen juga menyampaikan, perseroan memiliki struktur permodalan yang kuat dan arus kas memadai untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha sekaligus membiayai pelaksanaan buyback. ERAA menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk melaksanakan transaksi buyback saham.
Sekadar informasi, hingga 27 April 2026 perseroan telah mengakumulasi saham treasuri sebanyak 365.317.422 lembar. Manajemen menegaskan, perseroan optimistis aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kelangsungan usaha maupun prospek pertumbuhan ERAA. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
