
RollingStock.ID – Perusahaan bidang industri makanan dan minuman penutup dengan merek dagang INACO, PT Niramas Utama Tbk (JELI) menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) di batas bawah rentang book building atau senilai Rp900 per saham, sehingga nilai emisi pada aksi korporasi ini sebesar Rp239,4 miliar atau lebih rendah dari target awal sekitar Rp315 miliar-Rp392 miliar.
Berdasarkan Prospektus terkait rencana IPO JELI, perseroan hanya melepas saham ke publik sebanyak 266 juta lembar, padahal sebelumnya direncanakan mencapai 350 juta lembar bernilai nominal Rp100 per saham atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor JELI setelah IPO.
Pada aksi korporasi ini, manajemen JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Sebelumnya, pada masa penawaran awal (book building) yang digelar 15-22 Juni 2026, INACO membanderol harga sekitar Rp900-Rp1.120 per saham dengan harapan bisa meraup uang masyarakat berkisar Rp315 miliar hingga Rp392 miliar.
Namun dengan harga penawaran umum Rp900 per saham untuk 266 juta saham, maka perseroan hanya bisa menghimpun dana publik di pasar primer Rp239,4 miliar. Pelaksanaan penawaran umum akan dilakukan pada 1-3 Juli 2026, pendistribusian saham (Tanggal Emisi) pada 6 Juli 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pada 7 Juli 2026.
Rencananya, sebesar 51,04 persen dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk menambah penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) dalam bentuk ekuitas, yang akan dilaksanakan pada Kuartal III-2026.
Adapun sebesar 18,36 persen akan digunakan JELI untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin, sebesar 10,63 persen untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan sisanya akan digunakan JELI sebagai modal kerja. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
