
RollingStock.ID – Mayoritas indeks sektoral mengakhiri perdagangan Sesi I hari ini (31/7) di zona hijau, dipimpin sektor barang baku (IDXBASIC) yang mencatat kenaikan tertinggi. Seiring dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,48 persen ke level 6.216.
Berdasarkan data BEI, IDXBASIC menjadi pemimpin penguatan setelah melonjak 2,03 persen. Penguatan sektor ini ditopang sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp300 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 4,02 persen ke level 4.140.
Sementara itu, TPIA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di indeks IDXBASIC senilai sekitar Rp185 triliun, mengalami kenaikan 1,42 persen ke posisi 2.140. Adapun emiten yang mengalami kenaikan harga saham tertinggi di sektor ini adalah FPNI yang mengalami ARA (+24,5%) dan diikuti TALF (+20,2%).
Setelah IDXBASIC, pada posisi berikutnya indeks sektor industri (IDXINDUST) menguat 1,39 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham BACH (+9,2%) dan GPSO (+7,9%). Berikutnya sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) yang meningkat 1,27 persen, dengan kenaikan terbesar pada BEST (+12%) dan UANG (+7,2%).
Indeks sektor barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) menguat 1,06 persen, dengan peningkatan paling tinggi pada saham PMUI (+27,7%) dan MSKY (+13,8%). Sektor kesehatan (IDXHEALTH) tercatat bertumbuh 0,95 persen, dengan kenaikan terbesar pada PRDL (+9,5%) dan SILO (+4,4%).
Selanjutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) naik 0,86 persen, dengan peningkatan paling tajam pada IATA (+24,6%) dan RMKO (+3,5%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) ditutup menguat 0,68 persen, dengan kenaikan terbesar pada TAXI (+7,7%) dan WEHA (+6,8%).
Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) juga ditutup di zona hijau setelah naik 0,61 persen, dengan kenaikan tertinggi pada saham IRSX (+12,7%) dan PGJO mengalami ARA (+9,4%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,52 persen, dengan peningkatan paling besar pada INET (+6,4%) dan TAMA (+5,2%).
Di sisi lain, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yakni sektor barang konsumsi non-primer (IDXNONCYC) yang tercatat merosot 0,28 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham BTEK yang mencatatkan ARB (-9,1%) dan ADES (-8,7%).
Sektor keuangan (IDXFINANCE) mencatatkan koreksi terdalam sebesar 0,41 persen. Pelemahan dipengaruhi BBCA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di BEI senilai Rp774 triliun, yang harga sahamnya menurun 1,55 persen. Adapun dua saham yang mengalami penurunan paling dalam terjadi pada COIN (-4,3%) dan STAR (-3%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
