
RollingStock.ID – Indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) memimpin reli 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama satu bulan terakhir, setelah melonjak 11,28 persen. Selanjutnya, sektor industri (IDXINDUST) menyusul dengan kenaikan 10,35 persen, yang turut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 9,6 persen ke level 6.236 dalam sebulan terakhir.
Selama sebulan terakhir perdagangan di BEI, IDXBASIC menjadi sektor dengan kinerja terbaik setelah melonjak 11,28 persen. Penguatan ditopang reli saham berkapitalisasi besar, seperti AMMN sebagai pemilik market cap terbesar di IDXBASIC senilai Rp297 triliun, mencatat kenaikan harga saham sebesar 28,39 persen. TPIA dengan market cap terbesar kedua di sektor ini (Rp186 triliun) mengalami kenaikan harga saham sebesar 27,49 persen.
Posisi berikutnya ditempati sektor industri (IDXINDUST) yang menguat 10,35 persen, ditopang penguatan ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp206 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 7,61 persen dalam sebulan terakhir. Lalu diikuti anak usahanya, UNTR yang merupakan pemilik market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp89,3 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 10,1 persen.
Sektor energi (IDXENERGY) menyusul dengan kenaikan 10,12 persen dalam sebulan terakhir, didukung BYAN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor energi (Rp400 triliun) yang mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 2,77 persen. Adapun DSSA dengan market cap Rp163 triliun mengalami kenaikan harga saham sebesar 2,44 persen dalam sebulan terakhir.
Sementara itu, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) selama sebulan terakhir mencatatkan penguatan 10 persen, terbantu saham DCII sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini atau terbesar ketiga di BEI (Rp456 triliun), dengan kenaikan harga saham sebesar 6,01 persen. Berikutnya, didukung pula oleh EMTK yang memiliki market cap Rp32,5 triliun dengan mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 8,92 persen di sepanjang Juli 2026.
Selanjutnya, sektor barang konsumsi nonprimer (IDXCYCLIC) tercatat menguat 7,65 persen dalam sebulan terakhir. Penguatan sektor ini didukung VKTR dengan market cap Rp31,9 triliun yang meraih kenaikan harga saham mencapai 56,52 persen. Lalu, MAPI sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 2,3 persen dalam sebulan terakhir.
Indeks sektor barang konsumsi primer (IDXNONCYC) terpantau meningkat 6,49 persen dalam sebulan terakhir, didukung HMSP dengan market cap senilai Rp85,4 triliun yang mengalami kenaikan harga saham sebesar 10,61 persen. Diikuti ICBP sebagai pemilik market cap terbesar kedua di sektor ini senilai Rp81,3 triliun, yang harga sahamnya dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan 3,31 persen.
Kenaikan indeks sektoral yang lebih moderat terjadi pada sektor keuangan (IDXFINANCE) yang meningkat 3,4 persen, terutama didukung BBCA sebagai emiten top market cap di BEI senilai Rp771 triliun. Harga saham BBCA dalam sebulan terakhir sudah melambung 15,18 persen dan diikuti BBRI dengan market cap Rp456 triliun yang mengalami kenaikan harga saham sebesar 11,99 persen.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) juga tercatat menguat moderat sebesar 3,2 persen dalam sebulan, terutama terkatrol TLKM dengan market cap Rp260 triliun yang sahamnya menguat 9,43 persen. Selanjutnya terbantu saham CDIA sebagai pemilik market cap Rp81,7 triliun yang mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 7,5 persen dalam sebulan terakhir.
Posisi selanjutnya adalah indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang meningkat 1,55 persen dalam sebulan terakhir, didukung GIAA sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini (Rp21,9 triliun) yang mengalami kenaikan harga saham sebesar 3,92 persen. Diikuti pula oleh saham TMAS sebagai pemilik market cap Rp6,9 triliun yang sahamnya meningkat 9,91 persen di sepanjang Juli 2026.
Adapun indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi sektor dengan kenaikan paling terbatas, yakni hanya 1,24 persen. Pergerakan sektor kesehatan tertahan meskipun SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp147 triliun masih mampu mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 5,45 persen dalam sebulan terakhir.
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
