Indosat (ISAT) Rampungkan Divestasi Infra Fiber Teknologi Senilai Rp11,71 Triliun

PT Indosat Tbk (ISAT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Indosat Tbk (ISAT) melaporkan, perseroan telah menyelesaikan transaksi divestasi PT Infra Fiber Teknologi melalui penjualan mayoritas saham kepada PT Nusantara Fiber Teknologi sebesar Rp11,71 triliun. Meski melepas pengendalian, ISAT tetap mempertahankan kepemilikan efektif di Infra Fiber Teknologi sebesar 49,68 persen melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung.

Berdasarkan keterangan ISAT yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (2/7), transaksi tersebut dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, Indosat dan anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta menjual secara kumulatif 11.707.828 saham atau setara 84,9 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Infra Fiber Teknologi kepada Nusantara Fiber Teknologi senilai Rp11,71 triliun.

Kedua, ISAT dan Lintasarta melakukan inbreng atas sisa 2.083.223 saham atau setara 15,1 persen kepemilikan di Infra Fiber Teknologi. Sebagai imbalannya, Indosat memperoleh 1.991.439 saham atau setara 49,1 persen saham Nusantara Fiber Teknologi, sedangkan Lintasarta memperoleh 32.132 saham atau setara 0,8 persen.

Tahap ketiga berupa pemberlakuan Perjanjian Pemegang Saham antara ISAT, Lintasarta, Nusantara Fiber Teknologi dan PT Ainfrastruktur Indonesia Raya yang efektif sejak penyelesaian transaksi jual beli saham. Ketiga rangkaian tersebut secara bersama-sama disebut sebagai transaksi divestasi.

Transaksi itu merupakan tindak lanjut atas perjanjian investasi yang sebelumnya ditandatangani pada Desember 2025 dan diamendemen pada Mei 2026, serta Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) dan Perjanjian Pemegang Saham (SHA) yang telah ditandatangani pada 6 Mei 2026. Penyelesaian transaksi dilakukan melalui penandatanganan Akta Pengambilalihan, Akta Jual Beli Saham dan Akta Inbreng pada 30 Juni 2026.

Setelah transaksi selesai, ISAT masih memiliki satu saham secara langsung di Infra Fiber Teknologi, sedangkan Nusantara Fiber Teknologi menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 13.791.051 saham. Melalui struktur kepemilikan tersebut, Indosat tetap memiliki kepemilikan efektif sebesar 49,68 persen atas Infra Fiber Teknologi.

Manajemen ISAT menjelaskan, transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham sekaligus meningkatkan fokus perusahaan pada bisnis inti telekomunikasi dan digital. Pengelolaan dan pengembangan aset infrastruktur, selanjutnya dilakukan melalui entitas yang secara khusus berfokus pada bisnis infrastruktur dan didukung mitra strategis.

Selain itu, transaksi juga diharapkan bisa memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal, guna mendukung pengembangan bisnis inti dan berbagai inisiatif pertumbuhan strategis. Lebih lanjut manajemen ISAT menyebutkan, objek transaksi mencakup saham Infra Fiber Teknologi yang dijual kepada pembeli dalam transaksi jual beli saham, serta saham Nusantara Fiber Teknologi yang diterbitkan kepada ISAT dan Lintasarta dalam transaksi inbreng. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top