
RollingStock.ID – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana melakukan penyertaan modal ke PT Sarana Global Indonesia (SGI) sebesar Rp280,4 miliar atau setara dengan 65,33 persen dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025.
Lantaran transaksi tersebut lebih dari 50 persen ekuitas INET, maka rencana akuisisi ini merupakan transaksi material yang harus mendapatkan restu dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diagendakan pada 19 Mei 2026. Sekadar informasi, transaksi ini tidak melibatkan hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan.
Berdasarkan keterangan resmi INET yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (13/4), perseroan akan melakukan penyertaan sebanyak 180.000 saham baru atau setara dengan 60 persen dari modal ditempatkan dan disetor SGI setelah transaksi. Dengan nilai transaksi Rp1.557.799 per saham, maka nantinya SiNERGY Networks akan menjadi pemegang saham pengendali dan menjadikan SGI sebagai entitas anak.
Mengacu pada laporan penilaian independen KJPP IDR, nilai pasar 100 persen saham SGI per 31 Desember 2025 sebesar Rp175,19 miliar atau setara Rp1.459.957 per saham. Penilaian ini menggunakan pendekatan pendapatan melalui metode DCF dan pendekatan pasar melalui GPTC. Dengan demikian, nilai transaksi yang disepakati berada di atas nilai pasar yang ditetapkan penilai independen.
Manajemen INET menyampaikan, rencana investasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan kabel fiber optik bawah laut. Perlu diketahui, SGI merupakan perusahaan induk yang menjalankan kegiatan usaha kontraktor telekomunikasi melalui entitas anaknya, dengan fokus pada penggelaran kabel fiber optik bawah laut dan didukung kepemilikan dua kapal instalasi kabel.
SiNERGY Networks berharap, kepemilikan aset tersebut bisa meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pelaksanaan proyek dan memberikan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas dan waktu penyelesaian pekerjaan. Selain itu, investasi ini juga diharapkan dapat mendukung ekspansi jaringan backbone, termasuk konektivitas antar pulau dan internasional.
Sejalan dengan rencana transaksi tersebut, INET juga akan mengajukan pembahasan terkait penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru dalam RUPS mendatang, kerena bisnis ini bukan merupakan core eksisting pada INET alias memasuki area bisnis yang baru. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
