Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga Cabai dan Minyak Goreng Jadi Pemicu Utama

Inflasi Mei 2026 – (Foto: BPS)

RollingStock.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,28 persen pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan April 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional mencapai 111,4.

BPS menyampaikan, inflasi bulanan terutama didorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Cabai merah menjadi penyumbang terbesar inflasi m-t-m dengan andil 0,08 persen, disusul minyak goreng dan bawang merah masing-masing sebesar 0,04 persen, serta tomat sebesar 0,03 persen. Selain itu, beras, cabai rawit, jeruk, sawi hijau dan air kemasan turut berkontribusi terhadap kenaikan inflasi Mei.

Dari sisi kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,12 persen. Sementara itu, kelompok transportasi memberikan andil 0,07 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.

Pada kelompok transportasi, kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi bulanan. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar rumah tangga juga turut menambah tekanan inflasi pada Mei 2026.

Meski demikian, laju inflasi yang lebih tinggi tertahan penurunan harga sejumlah komoditas. Daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, bawang putih, kangkung dan bayam tercatat menjadi penyumbang utama deflasi bulanan selama periode tersebut.

Secara tahunan, Indonesia mencatat inflasi (y-o-y) mencapai 3,08 persen pada Mei 2026, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,35 persen. Inflasi y-o-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Papua Barat sebesar 5,94 persen dengan IHK sebesar 112,93, sedangkan terendah di Lampung sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 111,84.

Sementara itu, inflasi y-o-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dengan IHK sebesar 118,52, sedangkan terendah terjadi di Minahasa Utara sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 113,79.

Adapun tingkat inflasi (y-o-y) komponen inti pada Mei 2026 tercatat 2,59 persen, dengan tingkat inflasi (m-t-m) sebesar 0,22 persen dan inflasi y-t-d sebesar 1,38 persen. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top