Investor Lari ke Safe-Haven Usai Dolar AS Goyah, Emas Cetak Rekor USD4.700

emas
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan posisi yang terpantau menembus level psikologis USD4.700 per ons. Lonjakan ini terjadi ketika ketegangan geopolitik global dan pelemahan dolar AS memicu peningkatan permintaan aset safe-haven.

Berdasarkan laporan Reuters, Selasa (20/1) atau Rabu (21/1) dini hari, emas spot melambung 2 persen ke posisi USD4.757,33 per ons pada pukul 01.52 WIB, setelah sempat menyentuh rekor intraday di USD4.765,93 per ons. Pada saat yang sama, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari 2026 ditutup melonjak 3,7 persen ke posisi USD4.765,80 per ons.

“Emas melesat semakin jauh ke wilayah yang belum pernah dijelajahi, seiring investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada. Dia menambahkan, pelemahan dolar AS turut memperkuat reli logam mulia di tengah goyahnya kepercayaan terhadap aset-aset AS.

Tekanan di pasar keuangan global meningkat setelah indeks utama Wall Street merosot ke level terendah hampir tiga pekan, menyusul kekhawatiran investor terhadap ancaman tarif baru Presiden AS, Donald Trump kepada Eropa terkait isu penguasaan Greenland. Pernyataan tersebut memperuncing ketegangan menjelang rencana pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss.

Dolar AS tercatat menuju penurunan harian terbesar dalam kurun lebih dari sebulan, membuat emas yang diperdagangkan berdenominasi greenback semakin terjangkau bagi pembeli luar negeri. Emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, telah meroket 64 persen di sepanjang 2025 dan menambah kenaikan 10 persen sejak awal tahun ini.

Saat ini pasar memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga Federal Reserve masing-masing 25 basis poin mulai pertengahan 2026. Fokus investor kian menajam setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan bahwa Trump berpotensi menunjuk pimpinan baru The Fed paling cepat pekan depan. “Level USD4.800 dan USD4.900 menjadi acuan berikutnya bagi emas, dengan level psikologis USD5.000 per ons menonjol sebagai target jangka panjang,” kata Razaqzada.

Sementara itu, harga perak spot terkoreksi tipis 0,3 persen ke level USD94,38 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD95,87 per ons. Sepanjang 2025, harga perak melompat 147 persen dan melonjak lebih dari 32 persen sejak awal 2026. Logam mulia lainnya juga menguat, dengan platinum spot melambung 2,3 persen menjadi USD2.429,60 per ons dan paladium meningkat 1,1 persen ke USD1.861,61 per ons. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top