IPO PRDL Oversubscribed 709,9 Kali, Besok Saham Bakal ARA ke Level 162

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) diklaim mengalami kelebihan permintaan hingga 709,93 kali, sehingga pergerakan harga saham saat pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada esok hari berpeluang menanjak.

Menurut Direktur Utama PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya dalam keterangannya yang diedarkan ke publik pada Rabu (8/7), selama periode IPO yang berlangsung pada 1-7 Juli 2026, saham PRDL mengalami oversubscribed hingga 709,93 kali. Seperti diketahu, Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Efek akasi korporasi ini.

Pada pelaksanaan IPO emiten pemilik brand PROLINE ini disebut menerima 1.273.678 pemesanan melalui sistem elektronik e-IPO. Perseroan melepas saham ke publik sebanyak 522,9 juta lembar atau setara 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp120 per saham, maka PRDL mampu meraup dana publik sebesar Rp62,75 miliar.

“Antusiasme yang luar biasa terhadap IPO PRDL menunjukkan bahwa minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi. Kami meyakini pencatatan saham PRDL akan menjadi momentum positif, baik bagi perseroan maupun bagi perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya dalam menghadirkan lebih banyak emiten berkualitas kepada publik,” ujar Bernadus.

Besok (9/7), saham PRDL akan dicatatkan secara perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan adanya klaim oversubscribed di pasar primer, maka saham entitas usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) ini berpeluang menguat ke level 162 atau tepat berada di titik auto-rejection atas (ARA).

Sementara itu, menurut Direktur Utama PRDL, Cristina Sandjaja dalam keterangannya yang juga diedarkan ke publik pada hari ini, IPO menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan. “IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis PROLINE yang membuktikan komitmen dan kerja keras perusahaan untuk menjadi bagian penting dalam ekosistem layanan kesehatan di Indonesia,” kata Cristina.

Rencananya, sebesar Rp35,67 miliar dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan dimanfaatkan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Sementara itu, sebesar 28,18 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) PRDL, termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler. Adapun sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku hingga selling and marketing. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top