Kas INTP Drop 33,39% Meski Laba Bersih 1H26 Naik 19,18%, Arus Kas Operasi dan Ekuitas Tertekan

intp
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih Rp589,64 miliar atau meningkat 19,18 persen (y-o-y), namun perseroan mencatat pelemahan pada sejumlah pos keuangan, mulai dari penurunan kas, arus kas operasi, aset hingga ekuitas.

Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten semen di bawah kendali Heidelberg Materials AG ini mencatatkan saldo kas dan setara kas kas dan setara kas tersisa Rp3,91 triliun atau anjlok 33,39 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp5,87 triliun pada akhir 2025.

Penurunan likuiditas tersebut terjadi seiring dengan besarnya arus kas keluar untuk aktivitas pendanaan dan investasi. Pada periode Januari-Juni 2026, INTP membukukan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Rp410,21 miliar atau melorot 23,55 persen (y-o-y). Arus kas dari aktivitas investasi masih mencatat defisit Rp410,62 miliar atau sedikit lebih besar dibandingkan arus kas negatif Rp403,13 miliar pada Januari-Juni 2025.

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan selama enam bulan pertama tahun ini tercatat melonjak 66,99 persen menjadi Rp2 triliun dari Rp1,2 triliun pada pada periode yang sama di 2025. Arus dana keluar ini terutama dipicu pembayaran dividen tunai Rp1,54 triliun, pembayaran liabilitas sewa Rp241,74 miliar, pembelian saham tresuri Rp147,30 miliar hingga pembayaran biaya keuangan Rp75,62 miliar.

Pada sisi balance sheet, total aset INTP per 30 Juni 2026 tercatat Rp30,23 triliun atau menurun 4,71 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 mencapai Rp31,73 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi penyusutan kas dan setara kas hingga 33,39 persen dan ditambah lagi dengan penurunan aset tetap sebesar 1,99 persen (y-t-d) menjadi Rp18,49 triliun.

Hingga akhir Semester I-2026, total ekuitas perseoran juga tergerus 4,72 persen menjadi Rp22,11 triliun dari Rp23,2 triliun pada 31 Desember 2025, sejalan dengan pembagian dividen Rp1,54 triliun dan pembelian kembali (buyback) saham yang meningkatkan nilai saham tresuri menjadi Rp1,81 triliun. Pada Semester I-2026, INTP membeli kembali 21,39 juta saham dengan nilai Rp147,3 miliar.

Total liabilitas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp8,12 triliun atau bisa ditekan 4,69 persen (y-t-d), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp Rp6,74 triliun atau membengkak 10,44 persen (y-t-d). Kenaikan liabilitas jangka pendek ini antara lain dipicu peningkatan utang bank jangka pendek sebesar 100 persen (y-t-d) menjadi Rp2 triliun.

Namun dari sisi operasional di Semester I-2026, INTP mampu membukukan pendapatan bersih Rp8,45 triliun atau bertumbuh 5,21 persen. Kinerja positif di area top line ini turut mendorong laba bersih INTP di 1H26 menjadi Rp589,64 miliar atau meningkat 19,18 persen dibandingkan dengan laba bersih 1H25 yang senilai Rp494,76 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top