
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan laba bersih Rp574,26 miliar atau bertumbuh 22,94 persen (year-on-year). Namun lonjakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dan kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi sorotan investor.
Berdasarkan laporan keuangan BBHI untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Selasa (24/2), pendapatan bunga bersih (NII) tercatat Rp1,44 triliun atau meningkat 28,93 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,12 triliun. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga di 2025 menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,49 triliun pada 2024.
Pendapatan operasional lainnya yang dibukukan Allo Bank di 2025 juga tercatat melonjak 64,72 persen (y-o-y) menjadi Rp542,57 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan operasional neto Januari–Desember 2025 mencapai Rp737,89 miliar atau meningkat 23,22 persen (y-o-y).
Namun tekanan terlihat pada sisi kualitas aset, tercermin dari penyisihan CKPN di sepanjang 2025 mencapai Rp437,38 miliar atau melambung 283,54 persen dibandingkan 2024 yang senilai Rp114,04 miliar. Lonjakan hampir empat kali lipat ini terjadi seiring dengan kenaikan rasio NPL.
Per 31 Desember 2025, NPL gross BBHI tercatat 1,64 persen atau melonjak dari 0,6 persen per 31 Desember 2024. Sementara NPL net meningkat dari 0,4 persen di 2025 menjadi 0,6 persen pada 2024. Kenaikan ini mengindikasikan memburuknya kualitas kredit dibandingkan setahun sebelumnya, sekaligus menjelaskan agresivitas pembentukan CKPN.
Pada sisi beban, jumlah beban operasional lainnya di 2025 mencapai Rp808,12 miliar atau meningkat 10,09 persen (y-o-y), lantaran didorong peningkatan beban umum dan administrasi maupun beban tenaga kerja. Pada pos non-operasional untuk Tahun Buku 2025, BBHI membukukan beban non-operasional neto Rp876 juta, berbalik dari posisi di 2024 yang mencatat pendapatan non-operasional neto Rp126,49 juta.
Untuk periode Januari-Desember 2025, laba sebelum pajak tercatat Rp737,02 miliar atau meningkat 23,06 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di periode yang sama 2024 senilai Rp598,95 miliar. Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp162,76 miliar, maka laba bersih BBHI menjadi Rp574,26 miliar atau bertumbuh 22,94 persen dibandingkan pada 2024 senilai Rp467,11 miliar.
Dari sisi balance sheet, total aset BBHI per 31 Desember 2025 mencapai Rp18,47 triliun atau bertumbuh 32,08 persen dari Rp13,98 triliun per 31 Desember 2024. Adapun jumlah kredit yang diberikan bank di bawah kendali PT Mega Corpora ini —setelah dikurangi CKPN— tercatat sebesar Rp8,98 triliun atau meningkat 21,82 persen (y-o-y).
Sementara simpanan nasabah hingga akhir 2025 yang dibukukan bank miliki konglomerat Indonesia Chairul Tanjung ini tercatat melonjak 41,53 persen menjadi Rp9,52 triliun, sehingga mendorong total liabilitas menjadi Rp10,96 triliun atau melonjak 63,19 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
