Laba Bersih Emiten Salim Group (LSIP) di 2025 Melonjak 27,8% Jadi Rp1,89 Triliun

lsip
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membukukan laba bersih Rp1,89 triliun atau melonjak 27,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp1,48 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan LSIP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, anak usaha PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) ini mencatatkan pendapatan Rp5,51 triliun pada 2025 atau melejit 20,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,56 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok penjualan LSIP  meningkat 26,4 persen (year-on-year) menjadi Rp3,25 triliun, sehingga laba bruto di Tahun Buku 2025 menjadi Rp2,26 triliun atau mengalami kenaikan 13,5 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 senilai Rp1,99 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha emiten milik Salim Group ini meningkat 29,5 persen (y-o-y) menjadi Rp2,01 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan melompat 28,5 persen menjadi Rp2,28 triliun dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp1,77 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan Rp391,19 miliar, maka laba tahun berjalan LSIP menjadi Rp1,89 triliun atau meningkat 27,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 juga sebesar Rp1,89 triliun atau melonjak 27,8 persen (y-o-y).

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas LSIP per 31 Desember 2025 tercatat Rp14 atau bertumbuh 11,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp12,56 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp1,54 triliun atau membengkak 20,1 persen (y-t-d), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp920,41 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset LSIP sebesar Rp15,54 triliun atau mengalami kenaikan 12,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp7,6 triliun atau melambung 39,3 persen dibandingkan dengan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp5,45 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top