
RollingStock.ID – Pada Semester I-2026, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) membukukan laba bersih Rp890,99 miliar atau meningkat 24,71 dibandingkan Rp714,46 miliar pada Semester I-2025. Namun di balik kenaikan laba ini, kualitas kinerja operasional menunjukkan sejumlah tekanan, mulai dari penyusutan margin laba bruto hingga pelemahan arus kas operasi.
Berdasarkan laporan keuangan LSIP untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di bawah kendali PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,69 triliun atau bertumbuh 15,87 persen dibandingkan Semester I-2025 sebesar Rp2,32 triliun.
Sayangnya, beban pokok penjualan di 1H26 tercatat meningkat lebih tinggi, yakni sebesar 30,99 persen menjadi Rp1,83 triliun dari Rp1,39 triliun pada 1H25. Dengan demikian, laba bruto LSIP selama enam bulan pertama tahun ini menjadi Rp862,65 miliar atau menurun 6,89 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025.
Tekanan juga terlihat dari kenaikan beban operasional, tercermin dari beban umum dan administrasi di 1H26 yang membengkak 11,23 persen (y-o-y) menjadi Rp138,58 miliar. Sementara itu, beban penjualan dan distribusi di paruh pertama tahun ini mengalami kenaikan 9,58 persen menjadi Rp26,83 miliar dari Rp24,48 miliar pada periode yang sama di 2025.
Pada sisi cash flow di periode Januari-Juni 2026, LSIP mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi menurun 31,12 persen menjadi Rp849,22 miliar dari Rp1,23 triliun pada Januari-Juni 2025. Penurunan ini terjadi seiring dengan peningkatan pembayaran kepada karyawan sebesar 11,29 persen (y-o-y) menjadi Rp868,90 miliar, serta pembayaran kepada pemasok dan beban operasi lainnya yang membengkak 14,13 persen (y-o-y) menjadi Rp755,51 miliar. Di saat yang sama, belanja modal (capex) melalui penambahan aset tetap juga meningkat 10,22 persen (y-o-y) menjadi Rp162,7 miliar.
Per 30 Juni 2026, total aset Lonsum tercatat Rp16,29 triliun atau meningkat 4,86 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp15,54 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas tercatat membengkak 28,03 persen (y-t-d) menjadi Rp1,98 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp1,34 triliun. Total ekuitas LSIP per 30 Juni 2026 sebesar Rp14,32 triliun atau bertumbuh 2,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp14 triliun. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
