Laba Bersih NSSS di 1H26 Naik 6,5%, Namun Arus Kas Operasi Justru Turun 16,2%

nsss
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) membukukan laba bersih, namun kualitas kinerja keuangannya dibayangi penurunan arus kas dari aktivitas operasi seiring peningkatan pembayaran pajak dan tidak adanya lagi penerimaan restitusi pajak.

Berdasarkan laporan keuangan NSSS untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, perseroan meraih laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp334,57 miliar atau bertumbuh 6,5 persen dibandingkan laba bersih di periode yang sama 2025 senilai Rp314,26 miliar.

Meski demikian, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi di Semester I-2026 justru menurun 16,2 persen (year-on-year) menjadi Rp282,61 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan pembayaran pajak pada 1H26 menjadi Rp134,35 miliar dari Rp39,43 miliar pada 1H25. Selain itu, NSSS juga tidak lagi menerima restitusi pajak, padahal di 1H26 memperoleh restitusi Rp31,52 miliar.

Pada sisi operasional, penjualan NSSS selama enam bulan pertama 2026 tercatat meningkat 11 persen menjadi Rp1,05 triliun dari Rp946,62 miliar pada Semeseter I-2025. Sayangnya, kenaikan ini tidak mampu menopang pertumbuhan laba bruto karena beban pokok penjualan meningkat lebih cepat.

Beban pokok penjualan yang dicatatkan NSSS sepanjang Semester I-2026 membengkak menjadi Rp554,47 miliar dari Rp439,75 miliar pada Semester I-2025, sehingga laba bruto menurun 2,2 persen menjadi Rp495,92 miliar dari capaian di paruh pertama 2025 yang sebesar Rp506,87 miliar.

Per 30 Juni 2026, jumlah kas dan setara kas NSSS tersisa Rp402,31 miliar alias anjlok 47,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp761,73 miliar. Penurunan ini terjadi setelah perseroan membukukan arus kas investasi negatif sebesar Rp469,24 miliar alias jauh lebih besar dibandingkan minus Rp45,76 miliar pada Semester I-2025.

Pada sisi balance sheet, total aset NSSS per 30 Juni 2026 tercatat Rp4,3 triliun atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp4,2 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas bisa ditekan menjadi Rp2,02 triliun dari Rp2,26 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara itu, total ekuitas per 30 Juni 2026 tercatat bertumbuh menjadi Rp2,27 triliun dari Rp1,94 triliun per 31 Desember 2025. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top