Laba Bersih TAPG di Kuartal I-2026 Turun 8,1% Jadi Rp739,76 Miliar

tapg
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba berish Rp739,76 miliar atau menurun dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang sebesar Rp805,26 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan TAPG untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten milik pengusaha Theodore Permadi Rachmat (TP Rachmat) ini mencatatkan pendapatan Rp2,49 triliun atau lebih rendah 4,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mencapai Rp2,62 triliun.

Sejalan dengan penurunan kinerja pada area top line tersebut, beban pokok penjualan pun ikut menurun 4,2 persen (year-on-year) menjadi Rp1,64 triliun, sehingga laba bruto di 1Q26 menjadi Rp856,17 miliar atau merosot 6,1 persen dibandingkan pada 1Q25 yang sebesar Rp911,75 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Persada Capital Investama dan PT Triputra Investindo Arya ini membukukan laba usaha Rp667,94 miliar atau menurun 7,8 persen (y-o-y). Pada pos bagian laba dari ventura bersama dan entitas asosiasi tercatat Rp229,05 miliar atau melorot 11,8 persen (y-o-y).

Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan TAPG pada Kuartal I-2026 menjadi Rp915,12 miliar atau terkoreksi 7,6 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 yang mencapai Rp990,24 miliar.

Akibat adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp147,86 miliar, maka laba periode berjalan Triputra Agro menjadi Rp767,26 miliar atau merosot 8,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp739,76 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas TAPG per 31 Maret 2026 tercatat Rp12,45 triliun atau bertumbuh 6,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang senilai Rp11,69 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp2,95 triliun alias bisa ditekan sebesar 2 persen (year-to-date).

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki Ny. TP Rachmat LR Imanto ini mencapai Rp15,4 triliun atau mengalami kenaikan 4,8 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas Rp2,8 triliun atai melonjak 69,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp1,65 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow TAPG di periode Januari-Maret 2026, lonjakan kas tersebut terutama terkatrol arus kas bersih dari aktivitas operasi yang mencapai Rp654,28 miliar, meski menurun 15,4 persen (y-o-y). Ditambah lagi dengan adanya arus kas bersih dari investasi sebesar Rp516,19 miliar atau bertumbuh 44,7 persen (y-o-y). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top