
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih Rp7,32 triliun atau melonjak 122,4 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp3,29 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan SRTG untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten kongsian dua pengusaha Sandiaga S Uno dan Edwin Soeryadjaya ini meraup keuntungan neto atas investasi pada saham dan Efek lainnya sebesar Rp4,14 triliun pada 2025 atau melambung 180 persen (year-on-year).
Pada periode Januari-Desember 2025, perusahaan holding dan investasi ini mencatatkan beban usaha Rp232,56 miliar atau meningkat 4,6 persen (y-o-y), kerugian neto selisih kurs Rp1,04 miliar atau menurun 96,8 persen (y-o-y) dan beban bunga Rp165,2 miliar alias membengkak 7,8 persen (y-o-y).
Untuk Tahun Buku 2025, laba sebelum pajak SRTG tercatat sebesar Rp6,61 triliun atau mengalami kenaikan signifikan 34,5 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp4,92 triliun.
Dengan adanya manfaat pajak di 2025 sebesar Rp713,71 miliar, maka laba tahun berjalan Saratoga menjadi Rp7,32 triliun atau meningkat dibandingkan setahun sebelumnya Rp3,29 triliun. Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik perusahaan juga sebesar Rp7,32 triliun atau melonjak 122,4 persen (y-o-y).
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas SRTG per 31 Desember 2025 tercatat Rp58,92 triliun atau bertumbuh 13,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp51,77 triliun. Hingga akhir 2024, liabilitas mencapai Rp3,59 triliun atau bisa ditekan hingga 40,8 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset Saratoga mencapai Rp62,51 triliun atau meningkat 8,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp966,37 miliar atau anjlok 36,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,53 triliun.
Jika mengacu pada cash flow SRTG di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas itu terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan mencapai Rp1,96 triliun, khususnya pembayaran utang kepada bank yang tercatat sebesar Rp4,69 triliun. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
