
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan laba bersih USD4,06 juta atau melonjak 90,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai USD2,14 juta.
Berdasarkan laporan keuangan SMMT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten batubara di bawah kendali PT Geo Energy lnvestama ini mencatatkan penjualan sebesar USD103,62 juta atau melambung 101,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD51,36 juta.
Kenaikan penjualan itu terutama dipicu meningkatnya penjualan ekspor kepada pihak berelasi, Golden Coal International Limited (GCI) yang mencapai USD77,4 juta dari USD32,07 juta pada 2024. Selain itu, penjualan domestik kepada PT Batu Jaya Gemilang meningkat menjadi USD6,63 juta dari setahun sebelumnya USD5,44 juta.
Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan di 2025 juga tercatat mengalami kenaikan 96 persen (year-on-year) menjadi USD95,23 juta, sehingga laba kotor menjadi USD8,39 juta atau melesat 201,6 persen dibandingkan pada 2024 senilai USD2,78 juta.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten milik pengusaha Benny Pontian Muslim ini membukukan laba sebelum pajak sebesar USD6,18 juta atau melompat hingga 151,8 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember 2024 yang senilai USD2,45 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar USD2,1 juta, maka laba tahun berjalan SMMT menjadi USD4,07 juta atau meningkat 81 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar USD4,06 juta atau melonjak 90,2 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas Golden Eagle Energy per 31 Desember 2025 tercatat USD32,53 juta atau anjlok 42,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD56,66 juta. Penurunan ini terutama dipicu tambahan modal disetor yang berubah menjadi negatif USD19,94 juta dari sebelumnya positif USD7,42 juta.
Adapun perubahan itu terutama berasal dari selisih nilai transaksi akuisisi entitas anak sebesar USD38,38 juta, serta pembagian saham bonus sebesar USD24,39 juta, meskipun SMMT memperoleh tambahan modal dari penerbitan 275 juta saham melalui skema private placement seharga Rp800 per saham yang memberikan tambahan modal USD11,02 juta. Selain itu, ekuitas juga tertekan rugi komprehensif lain mencapai USD11,61 juta.
Per 31 Desember 2025, total liabilitas terpantau membengkak 131,2 persen (y-o-y) menjadi USD63,48 juta, terutama dipicu munculnya utang pemegang saham sebesar USD27,29 juta dan peningkatan liabilitas kontrak. Dengan demikian, total aset SMMT menjadi USD96,01 juta atau mengalami kenaikan 14,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD84,11 juta.
Pada sisi likuiditas, kas dan setara kas SMMT hingga akhir 2025 tersisa USD4,25 juta atau ambles 52,6 persen dibandingkan posisi di akhir 2024 yang sebesar USD8,96 juta. Penurunan kas ini terutama dipicu arus kas keluar dari aktivitas investasi, termasuk akuisisi entitas anak sebesar USD16,76 juta dan peningkatan belanja pada aset eksplorasi dan evaluasi hingga pengembangan properti pertambangan. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
