Laba Surge (WIFI) di 1Q26 Naik 99,2%, Arus Kas Operasi Negatif Hampir Rp1 Triliun

wifi2
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan laba bersih Rp164,51 miliar atau melonjak 99,2 persen (year-on-year) di tengah arus kas aktivitas operasi yang tercatat negatif mencapai Rp999,82 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan WIFI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pemilik merek dagang Surge ini mencatatkan pendapatan usaha bersih mencapai Rp783,57 miliar atau melesat 238,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp231,57 miliar.

Namun di saat terjadi perbaikan kinerja pada area top line tersebut, beban pokok pendapatan terpantau membengkak 501 persen (y-o-y) menjadi Rp344,32 miliar. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp439,25 miliar atau lebih tinggi 152 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp174,28 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo ini membukukan laba usaha sebesar Rp365,23 miliar atau melambung 165,5 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp260,62 miliar atau melompat 172,7 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp19,01 miliar, maka laba neto periode berjalan menjadi Rp241,61 miliar atau melesat 192,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp164,51 miliar atau melonjak 99,2 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai Rp82,58 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas WIFI per 31 Maret 2026 tercatat Rp8,76 triliun atau bertumbuh 2,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp8,52 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas membengkak 11,8 persen (year-to-date) menjadi Rp7,44 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp5,13 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten di bawah kendali PT Investasi Sukses Bersama ini mencapai Rp16,2 triliun atau mengalami kenaikan 6,8 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp5,44 triliun atau merosot 11,7 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp6,16 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, penurunan kas WIFI tersebut terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp999,82 miliar. Ditambah lagi dengan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp14,37 miliar.

Pada sisi lain, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Djoni ini mencatatkan arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp291,43 miliar. Hal ini terutama berasal dari penerimaan utang bank jangka pendek mencapai Rp324,57 miliar atau berbanding terbalik dengan periode Januari-Maret 2025 yang tidak mencatatkan penerimaan utang bank jangka pendek. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top