
RollingStock.ID – Berdasarkan laporan keuangan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), total liabilitas per 31 Desember 2025 mencapai Rp331,16 miliar atau membengkak 2.268,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp13,98 miliar.
Kenaikan secara drastis tersebut terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang melonjak 2.461,8 persen dari Rp12,59 miliar menjadi Rp322,53 miliar, sehingga porsi kewajiban jangka pendek sangat dominan dalam struktur keuangan perseroan hingga akhir 2025.
Seiring dengan peningkatan tersebut, kas dan setara kas per 31 Desember 2025 tercatat melompat 553,2 persen menjadi Rp404,44 miliar dari Rp61,91 miliar per 31 Desember 2024. Namun, rasio lancar justru melorot 72,2 persen dari 5,32 kali menjadi 1,48 kali, mencerminkan bahwa peningkatan kewajiban lebih cepat dari peningkatan aset lancar.
Dalam struktur permodalan, rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) akhir 2025 tercatat meningkat dari 0,06 kali menjadi 0,77 kali alias melambung 1.183,3 persen. Hingga akhir 2025, jumlah ekuitas sebesar Rp429,21 miliar atau bertumbuh 98,8 persen (year-on-year). Sementara itu, rasio liabilitas terhadap aset mengalami kenaikan dari sebesar 6,1 persen menjadi 43,5 persen.
Dari sisi arus kas di periode Januari-Desember 2025, INET mencatatkan kas bersih dari aktivitas operasi Rp351,6 miliar atau melonjak 5.658,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 senilai Rp6,11 miliar, terutama dipengaruhi kenaikan penerimaan kas dari pelanggan.
Pada saat yang sama, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi melompat hingga 3.519 persen menjadi Rp203,53 miliar dari Rp5,63 miliar pada 2024, sejalan dengan peningkatan pengeluaran untuk uang jaminan, uang muka dan perolehan aset tetap.
Sepanjang 2025, emiten di bawah kendali PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara ini mencatatkan arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas pendanaan mencapai Rp194,47 miliar, terutama berasal dari penerbitan saham Rp189,48 miliar dan penerimaan pinjaman bank
Untuk kinerja operasional, pendapatan INET untuk Tahun Buku 2025 melonjak 201,7 persen menjadi Rp91,82 miliar dari Rp30,44 miliar di sepanjang 2024. Sejalan dengan pertumbuhan kinerja di area top line ini, beban pokok pendapatan ikut meningkat 145 persen menjadi Rp47,93 miliar dari Rp19,56 miliar.
Akibatnya, laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp43,89 miliar alias melejit 303,8 persen (y-o-y), sehingga margin laba bruto meningkat dari 35,7 persen menjadi 47,8 persen. Beban penjualan di 2025 sebesar Rp1,61 miliar atau membengkak 45 persen (y-o-y), sedangkan beban umum administrasi sebesar Rp11,3 miliar atau meningkat 30,5 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten pemilik brand SiNERGY Networks ini membukukan laba usaha Rp30,32 atau melesar 2.214,5 persen (y-o-y), dengan margin laba usaha meningkat dari 4,3 persen menjadi 33,0 persen. Laba sebelum pajak penghasilan di 2025 tercatat Rp31,44 miliar alias meroket 1.749,4 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) pada tahun lalu sebesar Rp6,95 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan INET menjadi Rp24,49 miliar atau melesat 1.744 (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 juga sebesar Rp24,49 miliar atau melonjakn1.741,4 persen dari laba bersih 2024 senilai Rp1,33 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp760,37 miliar atau melejit 230,7 persen dari Rp229,85 miliar per 31 Desember 2024. Namun, rasio pengembalian aset sebesar 3,2 persen dan rasio pengembalian ekuitas sebesar 5,7 persen. Perputaran aset berada pada level 0,12 kali alias menurun dibandingkan pada 2024 di level 0,13 kali. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
