Lonjakan Laba Bersih EMTK di 2025 Lebih Banyak Didorong Aktivitas Non-operasi

emtk
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membukukan laba bersih Rp6,79 triliun atau melonjak 362 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp1,47 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan EMTK untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik Eddy K Sariaatmadja ini mencatatkan pendapatan bersih Rp19,12 triliun atau melompat 56,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp12,23 triliun.

Seiring dengan kenaikan revenue tersebut, beban pokok pendapatan ikut mengalami kenaikan 72,2 persen (year-on-year) menjadi Rp14,06 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 bertumbuh lebih terbatas sebesar 24,4 persen menjadi Rp5,06 triliun dari Rp4,06 triliun di sepanjang 2024

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten milik investor individu Inawati Ningsih Juwono ini membukukan laba usaha tercatat Rp1,21 triliun atau meningkat 19,8 persen (y-o-y), dengan margin operasional menurun menjadi 6,3 persen dari sebelumnya 8,2 persen.

Pada Tahun Buku 2025, EMTK mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan Rp9,5 triliun atau melambung 230,9 persen (y-o-y), terutama didorong laba akuisisi entitas anak sebesar Rp3,12 triliun, laba investasi (neto) Rp3,89 triliun atau melonjak 100,6 persen, pendapatan keuangan yang naik menjadi Rp991,15 miliar dan laba atas penyesuaian perubahan ekuitas entitas asosiasi sebesar Rp339,99 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp611,19 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan EMTK menjadi Rp8,88 triliun alias melesat 389,1 persen (y-o-y). Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 mencapai Rp6,79 triliun.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas Emtek per 31 Desember 2025 tercatat Rp53,39 triliun atau meningkat 34,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp39,59 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas membengkak 14,8 persen (y-o-y) menjadi Rp7,38 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp5,7 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten milik konglomerat Anthoni Salim ini mencapai Rp60,77 triliun atau mengalami kenaikan 32,1 persen (y-o-y) menjadi Rp60,77 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp22,42 triliun alias melonjak 206,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp7,31 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top