
RollingStock.ID – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (PM-HMETD VIII) alias rights issue dengan menerbitkan saham maksimal 23.999.658.401 saham atau setara Rp1,2 triliun.
Berdasarkan keterangan MPPA yang ditebitkan di Jakarta, Selasa (14/4), emiten yang tergabung di dalam jaringan bisnis Lippo Group ini akan menggelar rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 64,92 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PM-HMETD VIII.
Adapun harga pelaksanaan pada aksi korporasi ini juga ditetapkan senilai Rp50 per saham, sehingga nilai emisi dari rights issue ini maksimum Rp1,2 triliun. Bagi pemegang saham yang tidak menyerap saham baru dalam pelaksanaan PM-HMETD, maka kepemilikannya akan terdilusi maksimal 64,92 persen.
Dalam pelaksanaannya, setiap pemegang 114 saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) MPPA pada 17 Juni 2026 pukul 16.15 WIB, berhak mendapatkan 211 HMETD. Adapun setiap 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru MPPA seharga Rp50 per lembar.
HMETD dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar BEI selama 5 Hari Bursa mulai 19 Juni 2026 dan 22 Juni 2026 sampai 25 Juni 2026. Pencatatan saham naru hasil pelaksanaan rights issue akan dilakukan di BEI pada 19 Juni 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD pada 25 Juni 2026, sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.
Rencananya, sebesar 65,35 persen dari dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk belanja modal (capex). Sebagian besar dari dana ini akan dipakai untuk membeli bangunan di Mall City of Tomorrow, Surabaya, Jawa Timur, yang dimiliki PT Citra Cito Perkasa (CCP).
Nilai transaksi pembelian bangunan tersebut senilai Rp351,5 miliar. Setelah bangunan dibeli, MPPA akan menggunakannya sebagai lokasi usaha ritel terintegrasi multi-format yang mencakup —namun tidak terbatas pada— Hypermart, Hyfresh, Foodmart Fresh dan Foodmart Primo.
Dana capex dari hasil rights issue juga akan digunakan untuk membeli lahan di sejumlah wilayah, seperti di Gresik, Jawa Timur; Bogor, Jawa Barat; Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Tangerang, Banten.
Sementara itu, sisa dari dana hasil rights issue yang sebesar 34,65 persen akan dimanfaatkan sebagai modal kerja (opex) dalam rangka mendukung pertumbuhan modal kerja, serta pengembangan kegiatan usaha inti emiten di bawah kendali PT Multipolar Tbk (MLPL) ini. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
