
RollingStock.ID – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana menerbitkan dan menawarkan obligasi dan sukuk berdenominasi rupiah masing-masing sebesar Rp1 triliun dan Rp1,75 triliun, serta obligasi berdenominasi dolar AS senilai USD25 juta.
Berdasarkan Prospektus Ringkas INKP terkait penawaran surat utang yang dipublikasikan Rabu (25/2), emiten yang tergabung di Sinar Mas Group ini akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II-2026 senilai Rp1 triliun, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II-2026 sebesar Rp1,75 triliun dan Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II-2026 senilai USD100 juta.
Sekadar mengingatkan, emiten di bawah kendali PT APP Purinusa Ekapersada ini menargetkan total penghimpunan dana dari penawaran Obligasi Berkelanjutan VI sebesar Rp10 triliun, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II juga sebesar Rp10 triliun dan Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II sebesar USD100 juta.
Pada rencana penawaran Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II-2026, perseroan membagi surat utang ini menjadi empat seri, yakni Seri A berjangka waktu tiga tahun, Seri B bertenor lima tahun, Seri C tujuh tahun dan Seri D sepuluh tahun. Saat ini INKP belum bisa mempublikasikan nilai emisi maupun tingkat bunga pada masing-masing seri.
Untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026 juga terdiri atas empat seri, yakni Seri A bertenor tiga tahun, Seri B berjangka waktu lima tahun, Seri C bertenor tujuh tahun dan Seri D sepuluh tahun. Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap II terbagi menjadi empat seri, masing-masing bertenor tiga tahun, lima tahun, tujuh tahun dan sepuluh tahun.
Dalam rangka penawaran umum surat utang ini, INKP telah mendapatkan hasil pemeringkatan untuk obligasi rupiah dan obligasi USD di level idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), serta peringkat AA (Double A) dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI). Untuk Sukuk Mudharabah, peringkatnya idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari Pefindo dan peringkat AA (Double A) dari KRI.
Pada aksi korporasi ini, manajemen INKP menunjuk 10 penjamin pelaksana emisi surat utang, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).
Masa penawaran awal berlangsung selama periode 25 Februari-5 Maret 2026, perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Maret 2026, masa penawaran umum dijadwalkan pada 13 Maret 2026, penjatahan pada 16 Maret 2026, pendistribusian surat utang secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 17 Maret 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung pada 25 Maret 2026.
Rencananya, dana hasil penawaran obligasi berdenominasi rupiah —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan pembayaran utang INKP dalam mata uang rupiah berupa angsuran pokok pinjaman bank sebesar Rp507,5 miliar, sedangkan sisanya untuk modal kerja.
Dana hasil penawaran umum sukuk akan digunakan sebesar Rp500 miliar untuk membayar utang INKP atas sebagian pokok utang dan pembiayaan kredit investasi maupun kredit modal kerja perbankan. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dengan komponen pembiayaan yang serupa, termasuk pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi hingga biaya overhead.
Adapun dana hasil penawaran umum obligasi USD —setelah dikurangi biaya emisi— akan digunakan sebesar USD5.400.000 untuk pembayaran sebagian utang INKP dalam mata uang dolar Amerika Serikat berupa angsuran pokok pinjaman bank bunga bank. Sementara itu, sisanya untuk modal kerja yang meliputi pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi hingga biaya overhead. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
