
RollingStock.ID – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menegaskan, rencana penggabungan usaha dengan PT Eka Mas Republik (EMR) bukan sekadar konsolidasi jangka pendek, melainkan sebagai fondasi bagi strategi pertumbuhan jangka menengah dan Panjang Moratelindo.
Berdasarkan penjelasan MORA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 21 Januari 2026, penggabungan usaha itu dirancang untuk menciptakan sinergi strategis melalui penguatan dan perluasan infrastruktur jaringan, dengan mengombinasikan backbone berkapasitas besar milik MORA dan jaringan last mile maupun FTTH milik EMR sebagai pemilik brand layanan broadband, MyRepublic (MyRep).
Manajemen Moratelindo berharap, integrasi tersebut mampu meningkatkan stabilitas jaringan, menurunkan latensi dan mempercepat ekspansi layanan ke wilayah dengan permintaan tinggi, baik segmen enterprise maupun ritel, serta memperluas jangkauan layanan secara nasional.
Dari sisi keuangan, menurut manajemen MORA, merger akan menghasilkan sinergi finansial melalui optimalisasi belanja modal dan efisiensi biaya operasional. Adanya skala bisnis yang lebih besar memungkinkan perseroan menghindari duplikasi investasi infrastruktur, meningkatkan utilisasi aset jaringan dari backbone hingga last mile, serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui bundling layanan, cross-selling.
Manajemen menyebutkan, penggabungan usaha tidak menimbulkan dampak material terhadap proses bisnis inti. Operasional MORA akan tetap berjalan normal dengan fokus pada integrasi sistem teknologi informasi, penyelarasan SOP dan kebijakan internal. Brand dan layanan masing-masing entitas tetap dipertahankan, dengan merek EMR beralih menjadi aset Moratelindo dan dioptimalkan sesuai strategi operasional pasca-integrasi.
Secara jangka menengah dan panjang, perusahaan hasil merger akan difokuskan pada perluasan jaringan nasional, optimalisasi biaya melalui integrasi backbone dan last mile dan penguatan segmen bisnis retail dan enterprise. MORA juga menargetkan transformasi menjadi penyedia layanan internet (ISP) dengan cakupan luas melalui ekspansi ke wilayah high-demand area, modernisasi jaringan berbasis IP maupun penguatan kualitas layanan.
Manajemen juga menegaskan, rasio penukaran saham EMR terhadap MORA dalam bentuk pecahan tidak melibatkan pembeli siaga maupun penunjukan Anggota Bursa. Pecahan saham yang timbul akan diselesaikan melalui penyesuaian internal sesuai kesepakatan pemegang saham dan tidak berdampak material terhadap struktur permodalan.
Pasca-penggabungan, MORA akan tetap beroperasi sebagai surviving entity, sedangkan kegiatan usaha EMR sebagai entitas usaha Sinar Mas Group akan berakhir secara hukum pada tanggal efektif penggabungan dengan seluruh aset dan liabilitas beralih ke Moratelindo tanpa melalui proses likuidasi. Manajemen optimistis langkah strategis ini akan memperkuat posisi MORA dalam industri telekomunikasi dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. (*)
Penulis: Satya Darmawan
Editor: Milva Sary
