Pendapatan Semester I-2026 Naik 34,7%, Laba Bersih ESSA Melonjak 114%

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan laba bersih sebesar USD30,17 juta atau melonjak 102,8 persen dibandingkan laba bersih Semester I-2025 senilai USD14,88 juta. Kinerja ini ditopang pertumbuhan pendapatan 1H26 sebesar 35,5 persen menjadi USD186,48 juta dari USD137,59 juta pada 1H25.

Berdasarkan laporan keuangan ESSA untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten kongsian pengusaha Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dan Chander Vinod Laroya ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari segmen amonia yang meraih penjualan USD166,26 juta atau meningkat dari USD116,11 juta pada periode yang sama di 2025.

Sementara itu, pendapatan segmen LPG dan jasa pengolahan di Semester I-2026 tercatat senilai USD20,22 juta atau melorot dari USD21,48 juta pada Semester I-2025. Manajemen ESSA menyampaikan, harga jual amonia terealisasi meningkat 70 persen menjadi USD531 per metrik ton (MT) pada Semester I-2026.

Kenaikan harga tersebut mampu mengimbangi penurunan sementara volume produksi akibat pelaksanaan pemeliharaan terjadwal, sehingga pendapatan segmen amonia meningkat 43 persen (year-on-year) menjadi USD166 juta. Pada sisi lain, harga jual LPG terealisasi meningkat 5 persen menjadi USD639/MT, dengan pendapatan segmen sebesar USD20 juta.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, hasil segmen konsolidasian di Semester I-2026 mencapai USD65,71 juta, sedangkan laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi USD51,24 juta dari USD25,43 juta pada Semester I-2025. Beban pajak penghasilan tercatat USD9,23 juta, sehingga laba periode berjalan mencapai USD42,01 juta.

Pada sisi balance sheet, total aset ESSA per 30 Juni 2026 tercatat USD693,33 juta atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar USD646,56 juta. Adapun jumlah kas dan setara kas per akhir Semester I-2026 sebesar USD189,23 juta atau meningkat dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD125,76 juta.

Menurut Presiden Direktur ESSA, Kanishk Laroya, perseroan berhasil menyelesaikan turnaround maintenance pabrik amonia pada 8 Juni 2026 dalam waktu 34 hari alias lebih cepat dibandingkan target semula 35-38 hari. Dia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 orang dari berbagai disiplin ilmu dan berhasil mencatatkan Zero Lost Time Injury (LTI).

Per 30 Juni 2026, total liabilitas ESSA tercatat USD139,15 juta atau bisa ditekan 1,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar USD141,53 juta pada 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas hingga akhir Semester I-2026 sebesar USD554,18 juta atau bertumbuh 9,7 persen dibandingkan posisi di akhir Desember 2025 yang senilai USD505,03 juta. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top