
RollingStock.ID – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui dua entitas anaknya, yakni PT DSST Mas Gemilang (DSST) dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS) melakukan transaksi afiliasi berupa pembelian 100 persen saham PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai Rp4 triliun.
Berdasarkan keterangan DSSA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (1/7), transaksi tersebut ditegaskan melalui akta perjanjian jual beli (AJB) yang ditandatangani pada 29 Juni 2026 oleh DSST, SSS, PT Infinity Investama (IFI) dan PT Prima Mas Abadi (PMA). Saham yang diakuisisi sebanyak 11.193.772.120 lembar atau seluruh saham yang ditempatkan dan disetor dalam BMT.
Manajemen DSSA mengungkapkan, transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat bisnis infrastruktur digital dan teknologi yang mencakup layanan internet, data center dan berbagai solusi digital. Perseroan menilai, pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan penetrasi internet dan percepatan transformasi digital telah meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital maupun teknologi telekomunikasi terintegrasi.
Dengan demikian, emiten di bawah jaringan bisnis Sinar Mas Group ini beranggapan bahwa penguatan ekosistem digital menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Melalui transaksi ini, perseroan menargetkan penguatan struktur bisnis, perluasan kapabilitas usaha, serta percepatan integrasi ekosistem infrastruktur digital dan teknologi.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyatuan aset, jaringan, teknologi dan kompetensi yang saling melengkapi. Manajemen DSSA juga menyebutkan, transaksi itu akan memperluas rantai nilai bisnis melalui pengembangan solusi antarperusahaan berbasis internet, serta solusi digital terintegrasi bagi segmen korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) maupun sektor industri.
Menurut manajemen DSSA, pelaksanaan transaksi dengan pihak afiliasi dinilai memiliki tingkat kesiapan implementasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi sejenis dengan pihak eksternal. Sehingga, langkah ini diharapkan bisa mempercepat integrasi bisnis, pengembangan layanan dan pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.
Objek transaksi berupa seluruh kepemilikan saham BMT sebelumnya dimiliki oleh IFI sebanyak 11.193.772.119 saham dan PMA sebanyak satu saham. Setelah transaksi efektif, maka kepemilikan tersebut beralih kepada DSST sebanyak 11.193.772.119 saham dan SSS sebanyak satu saham.
Seperti diketahui, BMT merupakan perusahaan holding di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas perusahaan holding dan jasa konsultasi manajemen. BMT juga merupakan perusahaan terafiliasi dengan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melalui kepemilikan 24,568 persen saham di operator telekomunikasi di bawah jaringan bisnis Axiata Group Berhad tersebut.
Manajemen DSSA menyampaikan, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan. Hubungan afiliasi terjadi karena seluruh pihak yang terlibat merupakan perusahaan yang dimiliki dan dikendalikan, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Franky Oesman Widjaja.
Sebagai bagian dari pelaksanaan transaksi, DSSA menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan sebagai penilai independen untuk melakukan penilaian atas objek transaksi sekaligus memberikan pendapat kewajaran. Berdasarkan laporan penilaian yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan tertanggal 26 Juni 2026, nilai pasar atas 100 persen saham BMT ditaksir Rp4,15 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
