Perkuat Ekspansi Global, AMRT Integrasikan Operasi Filipina & Bangladesh ke Anak Usaha

amrt
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memutuskan untuk melakukan restrukturisasi bisnis internasional melalui entitas anak usahanya, Alfamart Retail Asia Pte Ltd (ARA), dengan mengintegrasikan kepemilikan bisnis Alfamart di Filipina dan Bangladesh ke bawah ARA.

Berdasarkan keterbukaan informasi AMRT yang diterbitkan di Tangerang, Rabu (17/6), langkah tersebut dilakukan melalui serangkaian transaksi afiliasi yang melibatkan Glory Worldwide Investments Pte Ltd (GWI) dengan nilai transaksi sebesar Rp730,14 miliar.

Adapun transaksi itu terdiri atas peningkatan modal ARA, pengalihan saham Alfamart Trading Philippines Inc (ATP) dan pengalihan saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd (ATBL). Seluruh transaksi merupakan satu rangkaian yang saling terkait dan bertujuan memperkuat struktur permodalan maupun operasional ARA dalam mendukung ekspansi usaha AMRT di pasar global.

Pada tahap pertama, ARA menerbitkan 49.751.040 saham baru yang seluruhnya diambil bagian oleh GWI melalui Subscription Agreement yang ditandatangani pada 15 Juni 2026. Nilai pengambilan bagian ini mencapai USD40,63 juta atau setara Rp730,14 miliar. Penyelesaian transaksi dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2026.

Manajemen AMRT menyampaikan, masuknya GWI sebagai investor strategis mengubah struktur kepemilikan ARA. Sebelum transaksi, ARA dimiliki 100 persen oleh AMRT. Namun setelah peningkatan modal selesai, kepemilikan AMRT terdilusi menjadi 49 persen dan GWI menguasai 51 persen saham ARA.

Dana hasil peningkatan modal tersebut selanjutnya digunakan ARA untuk membeli saham ATP dan ATBL yang dimiliki GWI. Dalam transaksi ATP, ARA membeli 5,45 juta saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor ATP dengan nilai pembelian USD10,53 juta atau setara Rp189,22 miliar. Akuisisi ini meningkatkan kepemilikan ARA di ATP dari 35 persen menjadi 45 persen.


Sementara itu, ARA juga membeli 2.207.489 saham atau setara 70 persen modal ATBL dari GWI dengan nilai transaksi BDT220,75 juta atau ekuivalen USD1,8 juta, setara dengan Rp32,13 miliar. Setelah transaksi selesai, kepemilikan 70 persen saham ATBL beralih dari GWI kepada ARA, sedangkan 30 persen sisanya tetap dimiliki Kazi Retail Limited.

Manajemen AMRT menjelaskan, transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar global. Melalui ARA, AMRT secara aktif mengevaluasi peluang pengembangan usaha internasional guna meningkatkan fleksibilitas permodalan, memperluas akses pasar dan memperkuat jaringan bisnis. Rangkaian transaksi ini disebut untuk mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha terkait ke bawah ARA, sehingga bisa menciptakan efisiensi operasional dan memperkuat struktur permodalan.

Selain memperoleh tambahan modal berbasis ekuitas, ARA juga diharapkan memiliki kapasitas lebih besar untuk mengakses dukungan strategis dan sumber pendanaan baru guna memperluas jejak bisnis global. Pada sisi lain, pengalihan saham ATP dan ATBL memungkinkan integrasi unit usaha yang memiliki keterkaitan operasional, sehingga meningkatkan efisiensi manajemen dan koordinasi bisnis internasional.

Manajemen menyampaikan, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, karena dilakukan antara ARA sebagai perusahaan terkendali AMRT dan GWI yang merupakan pihak afiliasi. Hubungan afiliasi timbul karena adanya persamaan pengurus, yakni Budiyanto Djoko Susanto yang menjabat sebagai Komisaris AMRT sekaligus Direktur GWI. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top