Raup Omzet Rp4,42 Triliun di 2025, Kinerja Lippo Cikarang (LPCK) Berbalik Untung

lpck
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan laba bersih Rp215,77 miliar atau berbalik positif dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 yang menderita rugi bersih mencapai Rp1,61 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan LPCK untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Kemuning Satiatama berhasil meraup pendapatan bersih Rp4,42 triliun atau melesat 133,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp1,89 triliun.

Sejalan dengan peningkatan omzet tersebut, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 175,1 persen (year-on-year) menjadi Rp3,74 triliun, sehingga laba bruto di 2025 menjadi Rp682,91 miliar atau meningkat 28,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp532,66 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, LPCK mencatatkan laba usaha Rp240,35 miliar atau berbanding terbalik dibandingkan Januari-Desember 2024 yang mengalami rugi usaha Rp1,53 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan di 2025 juga berbalik menjadi Rp254,57 miliar dari rugi Rp1,58 triliun pada 2024.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp38,81 miliar, maka LPCK bisa meraih laba tahun berjalan Rp215,77 miliar alias berbalik dari rugi tahun berjalan di 2024 sebesar Rp1,62 triliun. Nilai laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga sebesar Rp215,77 miliar, dibandingkan rugi bersih di 2024 mencapai Rp1,61 triliun.

Pada sisi neraca, per 31 Desember 2025 jumlah ekuitas emiten milik Lippo Group ini melompat 11,7 persen menjadi Rp6,67 triliun dari Rp5,97 triliun per 31 Desember 2024. Hingga akhir 2025, total liabilitas bisa ditekan 41 persen (y-o-y) menjadi Rp4,5 triliun, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp3,53 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset LPCK tercatat Rp11,17 triliun atau mengalami penurunan 17,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp247,48 miliar atau anjlok 63,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp675,01 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top