
RollingStock.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana menawarkan surat utang berlabel obligasi berwawasan sosial sebesar Rp5 triliun dengan tingkat bunga berkisar 4,85 persen hingga 5,95 persen.
Berdasarkan keterangan BBRI yang dipublikasikan Jumat (27/2), perseroan akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II-2026 sebesar Rp5 triliun.
Sekadar mengingatkan, pada program PUB Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I BBRI menargetkan total penghimpunan dana mencapai 20 triliun. Pada tahap pertama, BRI sudah mendistribusikan sebesar Rp5 triliun.
Pada rencana penawaran Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II-2026, surat utang ini terbagi menjadi tiga seri, yakni Seri A senilai Rp1,236 triliun bertenor 370 hari dengan tingkat bunga 4,85 persen per tahun.
Seri B sebesar Rp2,666 triliun bertenor tiga tahun dengan tingkat bunga 5,7 persen per tahun dan Seri C senilai Rp1,097 triliun berjangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga 5,95 persen per tahun.
Surat utang yang akan ditawarakan BRI ini memiliki peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Manajemen BBRI telah menunjuk tujuh penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dan PT Mega Capital Sekuritas.
Masa penawaran surat utang diagendakan pada 11-12 Maret 2026, penjatahan pada 13 Maret 2026, pendistribusian obligasi secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 17 Maret 2026 dan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 25 Maret 2026.
Rencananya, seluruh dana dari hasil penawaran obligasi —setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan secara eksklusif untuk pembiayaan kembali (refinancing), baik seluruhnya maupun sebagian, pada proyek sosial yang sudah ada guna mendukung atau mempromosikan kategori layanan infrastruktur dasar yang terjangkau.
Manajemen BBRI menyampaikan, perseroan akan mengalokasikan 50 persen dari hasil penawaran umum obligasi ini untuk penciptaan lapangan kerja, sementara itu selebihnya akan digunakan untuk peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
