
RollingStock.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mampu menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan hari ini (13/7), meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 1,92 persen ke level 6.037. Rentang pergerakan di sepanjang perdagangan ada pada kisaran 5.898-6.037, setelah dibuka menguat 0,17 persen di level 5.934.
Penguatan harian sebesar 1,92 persen tersebut telah mendorong IHSG kembali berada di atas level psikologis 6.000. Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG tercatat sudah melonjak 2,06 persen, sedangkan dalam satu bulan menguat 0,5 persen dan secara year-to-date masih anjlok 30,17 persen.
Di tengah reli IHSG, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih di pasar reguler sebesar Rp412,5 miliar, sedangkan untuk di seluruh pasar net foreign sell mencapai Rp437,66 miliar karena di pasar tunai dan pasar negosiasi mengalami net sell senilai Rp25,16 miliar.
Secara nilai transaksi, investor asing membukukan pembelian sebesar Rp3,6 triliun dan nilai penjualan Rp4 triliun, sehingga menciptakan arus keluar dana (capital outflow) sebesar Rp437,66 miliar. Pada sisi volume, asing membeli 3,8 miliar saham dan menjual 4,2 miliar saham.
Menariknya, investor domestik justru kembali menjadi penopang utama dari pergerakan IHSG. Nilai pembelian investor domestik mencapai Rp8,6 triliun atau lebih tinggi dibandingkan nilai penjualannya sebesar Rp8,1 triliun. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual dari investor asing mampu diserap investor domestik, sehingga penguatan market tetap terjaga hingga penutupan perdagangan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai, dengan total nilai transaksi mencapai Rp12,16 triliun, volume perdagangan mencapai 26,35 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,7 juta kali. Seiring dengan posisi IHSG yang mampu bertengger di level 6.037, maka kapitalisasi pasar (market cap) BEI menjadi Rp10.533,14 triliun.
Sepanjang perdagangan hari ini, terpantau sebanyak 377 saham ditutup menguat, sedangkan 250 saham tercatat melemah dan ada 167 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Secara sektoral, reli berlangsung hampir merata, dengan indeks sektor barang baku (IDXBASIC) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,96 persen. Lalu disusul indeks sektor energi (IDXENERGY) sebesar 2,66 persen, perindustrian (IDXINDUST) meningkat 2,44 persen, barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) menguat 1,99 persen, infrastruktur (IDXINFRA) naik 1,57 persen dan keuangan (IDXFINANCE) meningkat 1,56 persen.
Sementara itu, sepanjang perdagangan hari ini hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yakni indeks sektor barang konsumsi non-primer (IDXNONCYC) yang melemah tipis 0,05 persen dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang menurun 0,26 persen.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah indeks utama BEI, di antaranya adalah indeks LQ45 yang menguat 2,23 persen ke level 602,37, Kompas100 meningkat 2,24 persen ke posisi 788,16, IDX30 mengalami kenaikan 2,13 persen ke level 340,68 dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpantau menguat 1,63 persen ke level 207,04.
Pada kelompok saham Top Five Market Cap, BBCA sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI tercatat menguat 0,81 persen ke level 6.225, diikuti BBRI yang melompat 2,87 persen ke 2.870, BMRI melonjak 4,17 persen ke 4.250 dan BREN naik 1,89 persen ke 3.230. Namun, DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua, menjadi satu-satunya yang melemah 0,06 persen.
Untuk jajaran saham Top Gainers hari ini, BKDP memimpin setelah melonjak 31,07 persen ke 135, disusul LAND melesat 25,4 persen ke 79, VKTR mengalami auto-rejection atas (ARA) atau menguat 25 persen ke 650, PRDL meningkat 24,77 persen (ARA) ke 272 dan ATAP melambung 24,44 persen (ARA) ke level 555.
Adapun saham-saham yang menjadi Top Losers, dipimpin oleh BAPA yang mengalami auto-rejection bawah (ARB) alias anjlok 14,89 persen ke 240, diikuti JELI melorot 14,72 persen (ARB) ke 1.275, RBMS melemah 10,61 persen ke posisi 59, RANS merosot 10,53 persen ke 204 dan GRPM terkoreksi 9,3 persen ke level 234. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
