Rugi Bersih 1Q26 Membengkak 39,4%, Defisit KOKA Melonjak Hingga 270,4%

PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menderita rugi bersih Rp5,27 miliar atau membengkak 39,4 persen (year-on-year), sehingga defisit per 31 Maret 2026 menjadi Rp7,22 miliar alias melonjak 270,4 persen (year-to-date).

Berdasarkan laporan keuangan KOKA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten milik pengusaha wanita asal China, Gao Jing ini mencatatkan penjualan Rp2,89 miliar atau melambung 90,6 persen dibandingkan dengan periode sama di 2025 senilai Rp1,52 miliar.

Di tengah lompatan positif kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan melejit 170 persen (y-o-y) menjadi Rp2,76 miliar, sehingga laba bruto di Kuartal I-2026 ambles 74,4 persen menjadi Rp126,16 juta dari Rp492,49 juta pada Kuartal I-2025.

Kinerja KOKA selama tiga bulan pertama di 2026 semakin tertekan dengan adanya peningkatan beban umum dan administrasi sebesar 21,3 persen (y-o-y) menjadi Rp4,87 miliar. Dengan demikian, emiten jasa konstruksi gedung ini mengalami rugi operasional Rp4,75 miliar atau meningkat 34,8 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Maret 2026, KOKA mencatatkan beban lain-lain (neto) sebesar Rp493,06 juta atau membengkak 122,8 persen (y-o-y), sehingga rugi sebelum pajak penghasilan menjadi Rp5,27 miliar atau lebih tinggi 39,4 persen dibandingkan rugi sebelum pajak di periode Januari-Maret 2025 senilai Rp3,78 miliar.

Pada Kuartal I-2026, emiten yang sahamnya dimiliki PT Kreatif Konstruksi Indonesia ini kembali tidak mencatatkan beban pajak penghasilan, sehingga rugi bersih tahun berjalan juga sebesar Rp5,27 miliar alias membengkak 39,4 persen dibandingkan rugi bersih di Kuartal I-2025 yang senilai Rp3,78 miliar.

Akibat adanya rugi bersih Rp5,27 miliar tersebut, maka defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya melonjak 270,4 persen Rp7,22 miliar dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang menderita defisit atau akumulasi kerugian sebesar Rp1,95 miliar.

Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas KOKA tercatat Rp148,53 miliar atau menurun 3,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp153,81 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp27,5 miliar atau bisa ditekan 9,7 persen (y-t-d), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp26,17 miliar.

Pada akhir Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu bernama Fathi ini tercatat Rp176,04 miliar atau menyusut 4,5 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan bank tersisa Rp2,61 miliar alias anjlok 59,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp6,45 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top