
RollingStock.ID – Kinerja keuangan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) pada Semester I-2026 belum mampu menghentikan pola downtrend saham perseroan di saat hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak terbatas. Saham emiten jasa logistik maritim tersebut melemah ke level Rp4.600, meski laba bersih di 1H26 bertumbuh 23,82 persen (y-o-y) menjadi Rp116,47 miliar.
Mengacu pada data perdagangan IDX, tekanan jual terhadap saham TCPI sudah berlangsung sejak awal perdagangan hari ini, meski saat pembukaan tercatat menguat 0,99 persen ke level 5.100. dan sekaligus menjadi harga tertinggi intraday. Sayangnya, harga saham berbalik anjlok ke posisi 4.600 atau setara dengan penurunan 8,91 persen.
Bahkan hingga pukul 14.40 WIB, saham TCPI tersungkur ke level 4.530 atau anjlok 10,3 persen, dengan nilai transaksi Rp9,38 miliar dan volume transaksi sebanyak 1,97 juta saham. Dengan berlanjutnya pola downtrend hingga ke level 4.530, maka nilai kapitalisasi pasar (market cap) TCPI menurun menjadi Rp22,6 triliun.
Mengutip laporan keuangan interim TCPI per 30 Juni 2026, perseroan mampu membukukan pendapatan Rp1,05 triliun atau meningkat dari Rp926,61 miliar pada Semester I-2025. Sementara itu, laba bersih selama enam bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp116,47 miliar alias melonjak 23,82 persen dari Rp94,06 miliar pada periode yang sama di 2025.
Secara teknikal, saham TCPI terpantau masih bergerak dalam pola douwntrend, tren pelemahan. Hingga pukul 14.40 WIB, saham ini telah terkoreksi18,38 persen dalam sepekan terakhir dan tercatat melorot 32,35 persen dalam satu bulan. Sementara itu, untuk tahun berjalan di 2026 (year-to-date) harga saham tercatat ambles 50,22 persen. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
