Sehatkan Neraca, AISA Bakal Hapus Defisit Rp2,73 Triliun Lewat Kuasi Reorganisasi

aisa2
PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) berencana melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit alias akumulasi kerugian yang per 31 Desember 2025 mencapai Rp2,73 triliun, sejalan dengan upaya perseroan dalam menyehatkan neraca.

Berdasarkan keterbukaan informasi AISA yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (8/4) malam, emiten di bawah kendali PT Pangan Sejahtera Investama ini akan melakukan kuasi reorganisasi dengan menggunakan laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Desember 2025.

Manajemen AISA menyampaikan, rencana menghapus saldo defisit tersebut dalam rangka memberikan gambaran yang sesungguhnya atas posisi keuangan perseroan dan keyakinan untuk mempertahankan status kelangsungan usaha.

“Kuasi reorganisasi ini dilakukan untuk menata kembali kondisi laporan keuangan konsolidasian perseroan agar dapat menunjukkan posisi keuangan yang lebih sehat, tanpa dibebani defisit masa lalu,” demikian disampaikan manajemen AISA.

Lebih lanjut manajemen menyampaikan, kuasi reorganisasi dapat memberikan gambaran yang sesungguhnya atas kondisi keuangan AISA saat ini dan ke depannya. Selain itu, rencana ini bisa memperbaiki struktur ekuitas dengan menghapus akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain.

“Dengan tidak adanya saldo defisit, diharapkan perseroan memiliki kemampuan untuk membagikan dividen di masa depan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga akan meningkatkan minat dan daya tarik bagi investor untuk memiliki saham perseroan,” tulis manajemen AISA.

Bahkan, kondisi neraca yang tidak dibebani defisit masa lalu diharapkan bisa memudahkan AISA untuk mendapatkan pendanaan dalam rangka pengembangan usaha. Rencana kuasi reorganisasi ini harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan RUPS Luar Biasa yang akan digelar pada 15 Mei 2026.

Emiten F&B ini akan melakukan kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi defisit menggunakan pos-pos ekuitas, yakni agio saham, selisih modal dari transaksi saham treasuri, selisih kurs atas modal disetor, selisih transaksi dengan pihak non-pengendali dan selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali.

Apabila kelima pos ekuitas tersebut tidak bisa menutup seluruh saldo defisit, maka selanjutnya produsen snack merek Taro ini akan melakukan penurunan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor melalui mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar.

Sekadar informasi, jumlah defisit AISA setelah melakukan eliminasi dengan menggunakan lima pos ekuitas tersebut, tercatat masih Rp1,21 triliun dari posisi akumulasi kerugian per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp2,73 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top