Sisa Dana Penawaran Obligasi Rp523 Miliar Dukung Fleksibilitas Keuangan BUMI

debt

RollingStock.ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan, per 7 Januari 2026 perseroan masih menyimpan dana hasil penerbitan obligasi sebesar Rp523,17 miliar. Sisa dana ini merupakan hasil dari penawaran umum pada program Obligasi Berkelanjutan I tahap pertama, kedua dan ketiga yang dirilis pada 2025.

Berdasarakan laporan BUMI kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 9 Januari 2026, emiten kongsian Bakrie Group dan Salim Group ini mencatatkan dana hasil penawaran umum secara bruto sebesar Rp1,85 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp24,07 miliar, maka BUMI meraup hasil bersih Rp1,83 triliun.

Pada rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi tersebut, sebesar Rp685,49 miliar untuk mengakuisisi Water Plus Limited (WPL). Kedua, pemberian pinjaman modal kerja ke WPL senilai Rp196,25 miliar, lalu untuk penguatan modal kerja BUMI sebesar Rp271,31 miliar dan juga untuk akuisisi dua perusahaan lainnya, yakni JPL sebesar Rp340,88 miliar dan LM sebesar Rp333,60 miliar.

Hingga 7 Januari 2026, BUMI sudah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp1,3 triliun. Seluruh dana untuk akuisisi saham WPL sudah direalisasikan secara penuh sebesar Rp685,49 miliar, demikian pula pinjaman modal kerja kepada WPL sebesar Rp196,25 miliar. Perseroan juga telah merealisasikan sepenuhnya akuisisi saham JPL sebesar Rp340,88 miliar.

Sementara itu, penggunaan dana untuk modal kerja perusahaan baru terealisasi sebesar Rp179,25 miliar atau lebih rendah dari rencana awal. Adapun akuisisi saham LM belum direalisasikan sampai 7 Januari 2025, sehingga dana sebesar Rp333,6 miliar belum digunakan.

Dengan realisasi tersebut, maka BUMI masih memiliki sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp523,17 miliar. Sisa dana ini terutama berasal dari belum dilaksanakannya akuisisi LM, serta nilai selisih antara rencana dan realisasi penggunaan dana untuk modal kerja BUMI. Penggunaan dana dilakukan secara bertahap dan tetap mengacu pada rencana yang telah diungkapkan dalam prospektus.

Ketersediaan dana hasil penerbitan surat utang itu sekaligus menunjukkan bahwa BUMI masih memiliki ruang keuangan yang cukup untuk merespons peluang ekspansi, menjaga likuiditas maupun mengantisipasi dinamika industri batubara di sepanjang tahun ini. (Satya Darmawan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top