
RollingStock.ID – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengalami penurunan kas sebesar 19,41 persen pada Semester I-2026 di tengah membengkaknya liabilitas sewa yang sebagian besar berasal dari ekspansi gerai.
Berdasarkan laporan keuangan FORE untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di bawah kendali Fore Holdings Pte Ltd mencatatkan kas dan bank senilai Rp263,96 miliar atau merosot 19,41 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp327,53 miliar pada akhir 2025.
Sementara itu, total liabilitas sewa per akhir Semester I-2026 tercatat Rp234,64 miliar alias membengkak 16,22 persen dibandingkan per akhir Desember 2025 yang senilai Rp201,90 miliar. Penurunan kas FORE yang terjadi di tengah peningkatan laba bersih, mencerminkan tingginya kebutuhan pendanaan untuk ekspansi operasional dan pembayaran kewajiban sewa.
Arus kas FORE juga menunjukkan pembayaran liabilitas sewa melonjak 94,52 persen menjadi Rp90,05 miliar dari Rp46,29 miliar pada periode yang sama di 2025. Pada sisi lain, total liabilitas sewa per 30 Juni 2026 tercatat Rp234,64 miliar atau membengkak 16,22 persen (year-to-date).
Dari jumlah tersebut, liabilitas sewa jangka pendek hingga akhir Semester I-2026 sebesar Rp105,29 miliar atau meningkat 5,62 persen (y-t-d), sedangkan liabilitas sewa jangka panjang melonjak 26,56 persen (y-o-y) menjadi Rp129,35 miliar. FORE juga mencatat total pembayaran minimum sewa sebesar Rp260,1 miliar yang akan jatuh tempo secara bertahap hingga 2031.
Mengacu pada laporan keuangan FORE, selama Semester I-2026 terjadi penambahan liabilitas sewa dari aset hak-guna sebesar Rp121,73 miliar, meski pada saat yang sama FORE telah membayar kewajiban sewa senilai Rp90,05 miliar. Hingga akhir Juni 2026, perseroan mengoperasikan ratusan gerai di Indonesia dan Singapura, sehingga kebutuhan kontrak sewa lokasi usaha menjadi salah satu komponen kewajiban terbesar dalam neraca.
Di tengah tekanan terhadap kas, kinerja operasional FORE masih menunjukkan pertumbuhan, tercemin dari penjualan bersih pada 1H26 sebesar Rp1 triliun atau melompat 51,72 persen dari Rp662,37 miliar pada 1H25. Pertumbuhan ini ditopang penjualan minuman yang meningkat 48,78 persen (y-o-y) menjadi Rp1,02 triliun dan penjualan makanan melonjak 93,37 persen (y-o-y) menjadi Rp138,19 miliar.
Adapun besaran laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode enam bulan pertama tahun ini tercatat Rp56,49 miliar alias melambung 46,77 peren dibandingkan dengan laba bersih di periode yang sama 2025 senilai Rp38,49 miliar.
Namun, beban penjualan di Semester I-2026 tercatat melonjak 49,8 persen menjadi Rp446,98 miliar dari Rp298,39 miliar pada Semester I-2025, sedangkan beban umum dan administrasi membengkak 42,31 persen (y-o-y) menjadi Rp92,83 miliar. Dengan demikian, total beban operasional pada 1H26 bertambah 48,45 persen menjadi Rp539,81 miliar dari Rp363,62 miliar pada 1H25.
Selain itu, aktivitas investasi FORE di Semester I-2026 juga terbilang agresif, yang ditunjukkan dari adanya arus kas pengeluaran untuk memperoleh aset tetap sebesar Rp107,63 miliar atau melonjak dari Rp54,76 miliar pada Semester I-2025. Lonjakan arus kas untuk mendapatkan aset tetap sebesar 96,55 persen tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan posisi kas FORE. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
