CIMB Niaga (BNGA) Berencana Buyback Saham untuk Dialihkan ke Manajemen

bnga
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham, termasuk pengalihan saham hasil buyback (saham treasuri) tersebut kepada manajemen.

Berdasarkan keterangan BNGA yang dipublikasi di Jakarta, Senin (2/3), rencana tersebut akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026 di Jakarta.

Manajemen CIMB Niaga menyampaikan, buyback akan digelar paling lama 12 bulan sejak mendapatkan persetujuan RUPS Tahunan. Total dana yang yang disiapkan maksimal Rp480 juta untuk membeli kembali sebanyak-banyaknya 220.000 saham yang dikeluarkan dan disetor penuh BNGA.

Lebih lanjut manajemen menegaskan, tujuan pengalihan saham hasil buyback adalah untuk mendukung program remunerasi yang bersifat variabel dalam bentuk saham kepada manajemen yang termasuk kategori Material Risk Taker (MRT), sebagaimana diatur dalam POJK 45/2015.

Kebijakan itu sejalan dengan upaya meningkatkan kinerja di tengah persaingan industri perbankan, serta menjaga kesehatan bank secara individual, termasuk mitigasi risiko pengambilan keputusan yang berlebihan. Pengalihan saham direncanakan paling lama tiga tahun, setelah selesainya periode buyback.

Manajemen bank milik CIMB Group Sdn Bhd ini menyatakan, pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha BNGA. Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai transaksi tersebut tanpa mengganggu operasional.

Adapun sumber dana buyback disebutkan sepenuhnya berasal dari dana internal CIMB Niaga dan bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun.

Harga pembelian kembali saham akan mengikuti ketentuan POJK 29/2023. Apabila buyback dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), harga penawaran tidak boleh lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya. Jika dilakukan di luar bursa, harga pembelian paling tinggi rata-rata harga penutupan perdagangan harian selama 90 hari terakhir sebelum tanggal pembelian kembali. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top