
RollingStock.ID – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengafirmasi peringkat PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) maupun sejumlah surat utang yang diterbitkannya di level idA (Single A), dengan prospek perusahaan tetap pada posisi “Stabil”.
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan dua analis Pefindo, Kresna Piet Wiryawan dan Faizun Muhtada yang dikirimkan melalui surat elektronik Selasa (14/4), peringkat idA juga disematkan pada obligasi dan sukuk di level idA(sy) yang telah diterbitkan emiten di bawah kendali PT Merdeka Energi Nusantara ini.
Kresna menyampaikan, peringkat tersebut mencerminkan kegiatan usaha MBMA yang terintegrasi secara vertikal, sinergi yang kuat dengan grup dan mitra strategis, serta cadangan dan sumber daya tambang yang memadai. “Namun, peringkat dibatasi risiko pengembangan proyek-proyek baru dan paparan terhadap fluktuasi harga nikel,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, peringkat emiten yang tergabung di dalam jaringan bisnis MDKA dan SRTG ini bisa saja dinaikkan, jika MBMA mampu memperkuat diversifikasi bisnis, termasuk menambah proyek-proyek hilir di rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.
Peringkat juga dapat dinaikkan, kalau emiten pertamabangan nikel ini mampu menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dan bisa meningkatkan margin laba dari proyek-proyek yang telah diproyeksikan. Sehingga, hal ini akan berdampak positif bagi profil keuangan MBMA secara berkelanjutan.
Namun demikian, kata Kresna, peringkat dapat diturunkan apabila emiten kongsian dua pengusaha Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S Uno ini menghasilkan pendapatan dan margin laba yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya akibat ketidakmampuan entitas-entitas operasi MBMA dalam mencapai target kinerja atau akibat penurunan harga nikel secara signifikan.
“Peringkat juga dapat diturunkan, jika MBMA menambah utang yang substansial untuk membiayai proyek-proyek baru tanpa diimbangi pendapatan atau EBITDA yang lebih tinggi,” demikian disampaikan Kresna dan Faizun dalam risetnya. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
