Defisit SINI Bengkak 123,4% Akibat Rugi Bersih 2025 Melonjak 39,2%; Ekuitas Negatif Rp687,42 Miliar

RollingStock – Sepanjang 2025, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menderita rugi bersih Rp43,09 miliar atau melonjak 39,2 persen (year-on-year), sehingga per 31 Desember 2025 jumlah defisit membengkak 123,4 persen (y-o-y) menjadi Rp78,27 miliar. Dengan demikian, defisiensi modal alias ekuitas negatif yang dicatatkan perseroan meningkat menjadi Rp687,42 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SINI untuk periode berakhir 31 Desember 2025, emiten kongsian dua konglomerat Prajogo Pangestu dan Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) ini mencatatkan pendapatan Rp534,02 miliar atau bertumbuh 22,7 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp435,14 miliar.

Sayangnya, beban pokok pendapatan di 2025 justru meningkat lebih tinggi hingga sebesar 26,4 persen (y-o-y) menjadi Rp435,91 miliar, sehingga laba bruto menjadi Rp98,11 miliar atau hanya mengalami kenaikan 8,8 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 senilai Rp90,17 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, SINI mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp41,36 miliar atau melambung 120,4 persen dari rugi sebelum pajak di 2024 senilai Rp18,77 miliar. Kerugian ini terutama disebabkan adanya tekanan dari kenaikan beban usaha menjadi Rp89,46 miliar, beban keuangan Rp50,67 miliar, rugi selisih kurs neto yang meningkat menjadi Rp1,85 miliar dari Rp271,67 juta.

Namun untuk Tahun Buku 2025, perseroan mencatatkan manfaat pajak Rp149,26 juta, sehingga rugi tahun berjalan menjadi Rp41,21 miliar atau masih lebih tinggi 74,4 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 sebesar Rp43,09 miliar atau melonjak 39,2 persen dibanding rugi bersih 2024 yang senilai Rp30,96 miliar.

Dengan adanya rugi bersih Rp43,09 miliar tersebut, maka per 31 Desember 2025 jumlah defisit saldo laba SINI menjadi Rp78,27 miliar atau membengkak 123,4 persen dibandingkan jumlah akumulasi kerugian per 31 Desember 2024 yang senilai Rp35,04 miliar.

Per 31 Desember 2025, total defisiensi modal yang dicatatkan SINI sebesar Rp687,42 miliar atau meningkat 6,4 persen dibandingkan total ekuitas negatif per 31 Desember 2024 sebesar Rp646,06 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas perseroan mencapai Rp2,26 triliun atau membengkak 55,3 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp1,82 triliun.

Akibat lonjakan utang tersebut, maka per 31 Desember 2025, emiten yang terafiliasi dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui PT Kreasi Jasa Persada ini mencatatkan total aset Rp1,57 triliun atau meningkat 94,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp33,57 miliar atau melonjak 346 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp7,53 miliar.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Desember 2025, lonjakan kas tersebut terutama disebabkan adanya arus kas bersih yang didapat dari aktivitas pendanaan Rp179,76 miliar, khususnya berasal dari penerimaan utang pihak berelasi sebesar Rp229,51 miliar.

Pada sisi lain, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Susan Hioe dan Riyan Syahfikri ini mencatatkan arus kas operasi yang negatif sebesar Rp51,73 miliar atau berbanding terbalik dengan periode Januari-Desember 2024 yang bisa mendapatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp92,87 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top