
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) membukukan laba bersih Rp123,27 miliar atau melonjak 96 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang senilai Rp62,89 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan MAIN untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten poultry di bawah kendali Dragon Amity Pte Ltd ini mencatatkan penjualan bersih Rp3,69 triliun atau bertumbuh 16,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp3,17 triliun.
Seiring dengan peningkatan omzet tersebut, beban pokok penjualan juga ikut meningkat 15,9 persen (year-on-year) menjadi Rp3,29 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp402,73 miliar alias lebih tinggi 22,8 persen dibandingkan Kuartla I-2025 senilai Rp327,97 miliar.
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Lo Kheng Hong, Lenny Magdalena Johan dan Lau Joo Pern ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp158,98 miliar atau melejit 95,5 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode Januari-Maret 2025 yang senilai Rp81,33 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp35,7 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MAIN menjadi Rp123,28 miliar atau melambung 96,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp123,27 miliar atau melonjak 96 persen dibandingkan dengan laba bersih Kuartal I-2025.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas MAIN per 31 Maret 2026 tercatat Rp3 triliun atau mengalami kenaikan 4,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp2,88 triliun. Sementara itu, dana syirkah temporer tercatat menurun 4,1 persen (year-to-date) menjadi Rp496,75 miliar.
Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas perseroan mencapai Rp2,6 triliun atau membengkak 12,8 persen (y-t-d), yang masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp2,3 triliun atau mengalami kenaikan 16 persen dibandingkan per akhir Desember 2025 senilai Rp1,98 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp6,1 triliun atau meningkat 7 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp616,08 miliar alias bertumbuh 27,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp483,91 miliar. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
