Harga IPO PRDL Rp100 per Saham, Bidik Uang Publik di Pasar Primer Rp52,29 Miliar

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Entitas usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), yakni PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) di batas bawah rentang book building atau senilai Rp100 per saham untuk menghimpun uang masyarakat sebesar Rp52,29 miliar.

Berdasarkan Prospektus terkait rencana IPO PRDL perusahaan pembuat dan pengolah alat kesehatan dengan brand PROLINE ini melepas saham ke publik sebanyak 522,9 juta lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor PRDL setelah IPO.

Pada aksi korporasi ini, manajemen PRDL menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Sebelumnya pada masa penawaran awal (book building) 18-23 Juni 2026, harga saham dibanderol sekitar Rp100-Rp120 per saham, yang diharapkan bisa meraup dana publik berkisar Rp52,29 miliar hingga maksimal Rp62,748 miliar.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, PROLINE mengadakan Program Alokasi Saham Pegawai (ESA), dengan jumlah sebanyak-banyaknya 36.603.000 lembar atau setara 7 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO. Sekadar informasi, rencana IPO PRDL mendapatkan restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026.

Adapun masa penawaran umum berlangsung selama kurun 1-7 Juli 2026, penjatahan pada 7 Juli 2026, pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 8 Juli 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 9 Juni 2026.

Rencananya, sebesar Rp35,67 miliar dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan dimanfaatkan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan pelunasan pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Sementara itu, sebesar 28,92 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex) PRDL, termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibrasi, kendaraan, system software, relayout area produksi dan penambahan AHU Lab Biomolekuler. Adapun sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku hingga selling and marketing. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top