
RollingStock.ID – Seluruh indeks sectoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi perhatian pelaku pasar ditutup di zona merah pada akhir perdagangan Jumat (24/7), sehingga memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan ditutup melorot 1,88 persen ke level 6.196.
Berdasarkan data perdagangan saham di aplikasi IPOT, di antara 11 indeks sektoral di BEI, indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 3,04 persen. Saham VKTR sebagai pemilik kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di IDXCYCLIC senilai Rp33,6 triliun, harga sahamnya terperosok 4,94 persen.
Selain VKTR, saham MAPI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp25,2 triliun, justru mampu menguat 0,33 persen. Secara persentase penurunan paling dalam di sektor ini, saham FILM tercatat menurun tertajam (-11,7%) dan JGLE (-11,3%).
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang terkoreksi 3,02 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada CHEM (-7,2%) dan ARCI (-7%). Pelemahan juga membayangi indeks sektor energi (IDXENERGY) yang melorot 2,82 persen, dengan koreksi terdalam pada INPS yang mengalami ARB (-9,7%) dan RMKO (-7,8%).
Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) ditutup melemah 2,7 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada saham PURA yang mengalami ARB (-9,1%) dan MIRA juga mencatatkan ARB (-8,7%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau melorot 2 persen, dengan koreksi terdalam pada saham COIN (-8,9%) dan APIC (-7,8%).
Pada indeks sektor keuangan, pelemahan terutama dipengaruhi kejatuhan dua saham big banks sebagai pemilik market cap terbesar kedua dan ketiga di sektor perbankan, yakni BBRI mengalami penurunan 1 persen dan BMRI anjlok 5,71 persen, sedangkan BBCA sebagai pemilik market cap terbesar di BEI berakhir stagnan di level 6.275.
Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) ditutup melemah 1,64 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada KOKA (-8%) dan KBLV (-7,5%). Tekanan utama yang memicu penurunan IDXINFRA datang dari BREN sebagai pemilik market cap terbesar kedua di BEI, saham emiten Prajogo Pangestu ini tercatat anjlok 2,47 persen ke level 3.550.
Akhir pekan ini indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) ditutup menurun 1,47 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham CTTH (-8,3%) dan GPSO (-8%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) merosot 1,46 persen, dengan penurunan terbesar ada pada COCO yang mengalami ARB (-14,9%) dan JELI (-10,4%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 1,41 persen, dengan koreksi paling tajam pada AREA (-7,2%) dan DIVA (5,5%).
Adapun indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menurun 1,16 persen, dengan pelemahan terdalam pada saham BAPA yang mengalami ARB (-15%) dan WINR juga ARB (-9,09). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menjadi sektor yang mencatat penurunan paling terbatas, yakni hanya 0,26 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham MTMH (-6,7%) dan PRDL (-5,3%). (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editror: Milva Sary
